Kayak Bocah Bercerita Gendruwo Saja, Said Agil Siradj Menuding Yayasan-yayasan Islam

Ada tokoh yang sedang jadi berita heboh karena membeberkan sejumlah yayasan yang dia tuduh sebagai penebar benih radikal dan terror. Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj kembali merilis 12 yayasan Islam yang dituduh sebagai Salafi Wahabi penebar benih radikal dan teror yang mengajarkan doktrin pengeboman.

Pernyataan itu disampaikan pada acara workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren” yang digelar Muslimat NU di Park Hotel Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

Said menuding, dua belas yayasan Wahabi itu mengajarkan ideologi Islam Radikal sehingga lahirlah aksi pemboman masjid Cirebon.

“Yayasan-yayasan itulah yang mengajarkan ajaran Islam radikal atau Wahabi. Pelaku bom Masjid Mapolresta Az-Zikra di Cirebon, Gus Syarifuddin adalah jebolan As-Sunnah Cirebon. Bahkan telah mengafirkan bapaknya sendiri. Begitu juga dengan pelaku pengeboman Gereja Bethel di Solo, yakni Gus Ahmad Yosefa juga merupakan alumunus As-Sunnah. Lalu pelaku bom Ritz Carlton, Syaifuddin ternyata dari Manis Lor Kuningan,” tukas Said Agil.

Kiyai yang sering mendapat gelontoran dana dari Muammar Kaddafi Libya ini juga mengeneralisir kelompok-kelompok Wahabi yang ditudingnya itu semuanya harus diwaspadai. Sedangkan kelompok yang paling keras, menurut Said Aqil, adalah kelompoknya Syaikh Abdullah bin Sururi.

Bagaimana dengan  Al-Irsyad? Apakah termasuk yang disebut Salafi Wahabi? KH. Said Siraj menjelaskan bahwa Al-Irsyad terbelah dua, salah satunya diketuai Wahabi moderat. “Al-Irsyad terbagi dua. Adapun Al-Irsyad yang resmi yang diketuai oleh KH  Abdullah Djaidi adalah Salafi wahabi yang moderat,” kata Said Agil.

Kiai yang dalam sebuah buku terang-terangan menyatakan bahwa Tauhid Islam sama dengan Trinitas Kristen ini, juga menyebut-nyebut ormas Hidayatullah sebagai gerakan radikal yang mengusung wacana Negara Islam. “Hidayatullah fokus di bidang pendidikan. Tapi, Hidayatullah punya cita-cita, targetnya adalah mendirikan Negara Islam.”

Anehnya, setelah mengakui adanya kelompok Salafi Wahabi moderat, Said Aqil memvonis semuanya sebagai kelompok ekstrem dan radikal. “Semua Salafi Wahabi itu ekstrem, tidak ada yang moderat. Mereka kerap menebar benih kekerasan dan radikalisme,” ketusnya.

Sekilas saja, validitas  data yang dirilis Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj itu meragukan. Misalnya menyebut yayasan Al-Sofwah dipimpin oleh Ustadz Farid Oqbah dan Ustadz Aman Abdurrahman. Siapapun aktivis akan tertawa terkekeh-kekeh mendengar data ini, karena semua orang tahu, Ustadz Farid Oqbah adalah Pimpinan Islamic Centre Al-Islam, bukan pimpinan Al-Sofwah. Sedangkan Ustadz Aman Abdurrahman, memang pernah menjadi staf karyawan di Al-Sofwah, tapi tidak pernah menjabat sebagai pimpinan.

Nampaknya kiyai nomor satu di PBNU ini harus menata ulang adab  berbicara dan menjaga lisannya, jika ia masih beriman bahwa seluruh ucapan dan perbuatan pasti dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Berkatalah baik atau diam! [taz, widad, desastian] Selasa, 06 Dec 2011 (voa-islam.com,disingkat)

***

Lebih mirip anak-anak bercerita tentang gendruwo

Mari kita simak lagi tudingan SAS (Said Agil Siradj): Said menuding, dua belas yayasan Wahabi itu mengajarkan ideologi Islam Radikal sehingga lahirlah aksi pemboman masjid Cirebon.

“Yayasan-yayasan itulah yang mengajarkan ajaran Islam radikal atau Wahabi. Pelaku bom Masjid Mapolresta Az-Zikra di Cirebon, Gus Syarifuddin adalah jebolan As-Sunnah Cirebon. Bahkan telah mengafirkan bapaknya sendiri. Begitu juga dengan pelaku pengeboman Gereja Bethel di Solo, yakni Gus Ahmad Yosefa juga merupakan alumunus As-Sunnah. Lalu pelaku bom Ritz Carlton, Syaifuddin ternyata dari Manis Lor Kuningan,” tukas Said Agil.

Komentar kami, tudingan itu tidak urut, tidak rinci, tidak menyebut data kongkrit materi yang dia sebut ideology Islam Radikal, dan tidak ada qarinah yang nyambung persis ke arah yang ia sebut lahirlah aksi pemboman masjid Cirebon. Hanya dia sebut si anu si anu pelaku bom itu keluaran yayasan anu.

Kalau mau bicara urut, teratur, rapi, dengan bukti kongkret, dan qarinah jalur yang nyambung secara pasti (tanpa dapat diragukan lagi), maka tudingan-tudingan SAS itu baru perlu dianggap untuk dapat dikategorikan sebagai ucapan yang boleh didengar. Tetapi ketika hanya seperti itu, maka tidak lebih dari bocah-bocah yang duduk-duduk (jawa tenguk-tenguk) di buk (jembatan) malam-malam, lalu cerita tentang gendruwo, wewe dombel dan semacamnya. Di pojok sana-sana dan sana itu ada gendruwonya, ada wewe dombelnya, ada perinya yang punggungya growong dan sebagainya. Alasannya, karena ada orang jatuh ketika naik sepeda malam-malam di pojokan sana itu, jatuhnya itu karena keburu-buru akibat ketakutan gendruwo, hingga akhirnya tak dapat mengendalikan sepeda motornya dan terjebur ke jurang, mati.

Bedanya, cerita yang dilontarkan bocah ini tidak ada dampak apa-apa. Temannya pun hanya menganggapnya sebagai omongan belaka. Dan lain kali ketika si bocah itu bercerita lagi, maka temannya cukup bilang: prek…

Tetapi kalau yang “bercerita” itu seorang Kyai Haji, Professor Doktor, ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) organisasi Islam terbesar di Indonesia, walau mutunya tak lebih dari bocah yang tenguk-tenguk di buk malam-malam itu, namun sebagian orang yang memang kurang dapat berfikir, akan sedikit terpengaruh. Apalagi diceritakannya itu di acara resmi dengan tema mentereng, di hotel lagi, tentunya dengan biaya besar; maka seolah yang dia ceritakan itu sesuatu yang berharga. Walau pada hakekatnya mungkin justru masih lebih mengesankan cerita gendruwo oleh bocah yang tenguk-tenguk di buk malam-malam itu.

***

Setelah kita tahu bahwa itu mutunya tak lebih dari ocehan bocah yang tanpa dasar, maka perlu kita lihat, kenapa sampai terjadi demikian.

Perlu diketahui, SAS itu terlibat dalam kelompok kemusyrikan dan kekafiran, dan bahkan dalam jajaran kepengurusan. Dia tercatat sebagai  penasehat organisasi mahasiswa Katolik, yakni Penasehat PMKRI  (1999-sekarang). Bahkan  terlibat pula dalam organisasi yang keyakinannya kemusyrikan, itupun bukan sekadar ormasnya, tetapi semacam MUI-nya dari keyakinan Konghuchu, Said Aqiel Siradj jadi Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002).

Selengkanya, kami copaskan riwayat hidup SAS sebagai berikut:

Inilah Profil Said Agil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015

SaidAqil Siraj akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015 lewat Muktamar ke-32 NahdlatulUlama (NU) di Asrama Haji Sindiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu(27/3) malam. Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnyaSlamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Sebelumnya, KH SahalMahfudz, terpilih menjadi Rais Aam PBNU.

Said Agil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) 2010-2015

Selamapenghitungan suara berlangsung, pendukung kedua kubu terusmenyemarakkan suasana. Pendukung Said dan Slamet terus memekikkankalimat ‘Allahu Akbar’ saat kedua nama jagoan mereka disebut. Said AqilSiraj dan Slamet maju ke putaran kedua setelah memperoleh masing-masing178 suara dan 158 suara. Keduanya dianggap memenuhi syarat untuk majudalam putaran kedua pemilihan calon ketua umum PBNU.

Dalam tatatertib muktamar seorang calon harus mengumpulkan 99 suara untukditetapkan sebagai calon ketua umum. Sementara itu, Sholahuddin Wahid(Gus Solah) hanya mendapatkan 83 suara, Ahmad Bagja (34), Ulil AbsarAbdala (22), Ali Maschan Moesa (8), Abdul Aziz (7), Masdar FaridMas’udi (6). Mereka gagal memperoleh angka 99 suara dari muktamirinsehingga tidak bisa mengikuti putaran kedua.

Dalam postingankali ini ruanghati.com menyajikan tentang profil Ketum PBNU yang barusaja terpilih tersebut, mari kita simak bersama.

Nama : Prof Dr KH Said Agil Siradj

Nama lengkap : Said Aqil Siradj

Nama istri : Nur Hayati Abdul Qodir

Nama Anak:

  1. Muhammad Said Aqil
  2. Nisrin Said Aqil
  3. Rihab Said Aqil
  4. Aqil Said Aqil

Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953

Hobby: Membaca, Silaturrahmi dan Ibadah

Riwayat Pendidikan

–       Pendidikan Formal

  1. S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.
  2. S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987.
  3. S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994.

–       Non-Formal

  1. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon.
  2. Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970).
  3. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975).

–       Pengalaman Organisasi.

  1. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974).
  2. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987).
  3. Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998).
  4. Katib ‘aam PBNU (1998-1999).
  5. Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998).
  6. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang).
  7. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang).
  8. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998).
  9. Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998).
  10. Penasehat PMKRI (1999-sekarang).
  11. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999).
  12. Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002).
  13. Rais Syuriah PBNU (1999-2004).
  14. Ketua PBNU (2004-sekarang).

–       Profesional Kegiatan.

  1. Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991).
  2. Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997).
  3. Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1995-sekarang).
  4. Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999).
  5. MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang).
  6. Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998).
  7. Komisi member (1998-1999).
  8. Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang).
  9. Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004).
  10. Lulusan Unisma direktur (1999-2003).
  11. Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang).
  12. Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang).
  13. UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang).
  14. Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang).
  15. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) 2010-2015.

SemogaNU dibawah kepemimpinan Prof Dr KH Said Agil Siradj mampu lebih majudan menjadi Ormas Keagamaan kelas dunia yang memberikan kontribusi padakemaslahatan umat lebih besar

sumber :http://ruanghati.com/2010/03/28/inilah-profil-said-agil-siradj-ketua-umum-pengurus-besar-nahdlatul-ulama-pbnu-2010-2015/

http://fatwaabdi.blogspot.com/2010/03/inilah-profil-said-agil-siradj-ketua.html

***

Dalam genggaman liberal pro kesesatan

Dari semula terpilihnya SAS sebagai ketua umum PBNU, sudah ada tulisan: Innaa Lillaahi, Pentolan JIL Banggakan Terpilihnya Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum NU

(nahimunkar.com, 28 March 2010 ). Di antara isinya sebagai berikut

NU dalam genggaman liberal dan pro kesesatan

Bagaimana Ulil tidak bangga. Selama ini para kyai NU dan pemuda serta intelektual NU yang gigih menolak faham liberal ternyata kalah suara dalam kenyataan memilih pemimpin mereka. Sehingga orang liberal dan pendukung kesesatan-kesesatan bahkan kemusyrikan pun justru terpilih.

Dari kenyataan itu maka apabila ada kata-kata bahwa yang menang itu adalah “orang liberal titipan” tentunya wajar. Kalau tidak, tentu saja Ulil tidak segembira ria itu.

NU periode 2010-2015 –dengan gejala gembiranya Ulil itu— berarti bisa ditengarai sebagai dalam genggaman liberal dan pro aneka kesesatan, sampai yang paling sesat yakni Syi’ah dan bahkan kemusyrikan seperti keyakinan yang percaya kepada dewa-dewa. Karena pemimpin NU sekarang adalah bekas anggota kehormatan (“Majelis Ulama”nya orang kafir musyrik?) Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia (Matakin).

Mari kita simak lagi beritanya:

Said Aqiel Siradj Terlibat dalam Majelis Khonghucu

Said Aqiel Siradj mestinya terganjal oleh tata tertib pemilihan ketua umum PBNU dalam muktamar NU ke-32 di Makassar 23-28 Maret 2010. Beberapa indikasi yang dijalani

Said Aqiel Siradj jelas bertentangan dengan NU Ahlussunnah waljama’ah. Bahkan sangat jauh dari faham NU, karena Said Aqiel Siradj tercatat sebagai Anggota Kehormatan Matakin

(1999-2002).

Matakin singkatan dariMajelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan ajaran agama Khonghucu di Indonesia.

Keanggotaan Said Aqiel Siradj dalam organisasi non Islam itu di antaranya dimuat di situshttp://alumni-ploso.web.id , Monday, March 22, 2010, 7:20 dalam judul Prof DR KH Said AqilSiradj, Kandidat PBNU.

Selain itu, Said Aqiel Siraj juga ada yang menyebut blusak-blusuk ke gereja:

KH. Said Aqil Siradj, Fungsionaris PBNU, tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani disebuah gereja di Surabaya. Dengan background belakangnya salib patung Yesus dalam ukuran yang cukup besar. Beritanya pun dimuat majalah aula milik warga NU, dia juga pernah melontarkan gagasan liberalnya yaitu merencanakan pembangunan gedung bertingkat, dengan komposisi lantai dasar akan diperuntukkan sebagai masjid bagi umat Islam, sedangkan lantai tingkat satu diperuntukkan sebagai gereja bagi umat kristiani, lantai tingkat dua diperuntukkan sebagai pure bagi penganut hindu, demikian dan seterusnya. (KH. Lutfi Bashori, Konsep NU & Krisis Penegakan Syari’at).

Lebih dari itu, SaidAqiel Siradj berindikasi membela Syi’ah bahkan mengecam para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Betapa beraninya Said Agil Siradj itu dalam mengkafirkan para sahabat, seperti dalam tulisannya yang kami kutip ini:

“Sejarah mencatat, begitu tersiar berita Rasulullah wafat dan digantikan oleh Abu bakar (b kecil dari pemakalah), hampir semua penduduk jazirah Arab menyatakan keluar dari Islam. Seluruh suku-suku di tanah Arab membelot seketika itu juga. Hanya Madinah, Makkah dan Thaif yang tidak menyatakan pembelotannya. Ini pun, kalau dikaji secara saksama, bukan karena agama, bukan didasari keimanan, tapi karena kabilah. Pikiran yang mendasari sikap orang Makkah untuk tetap memeluk Islam adalah logika bahwa kemenangan Islam adalah kemenangan Muhammad; sedang Muhammad adalah Quraisy, penduduk asli kotaMakkah; dengan demikian, kemenangan Islam adalah kemenangan suku Quraisy; kalau begitu tidak perlu murtad. Artinya, tidak murtadnya Makkah itu bukan karena agama, tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Saqifah; _al-aimmatu min quraisy_, bahwa pemimpin itu berasal dari Quraisy. Dan itu sangat ampuh bagi orang Quraisy.” (Dr. Said Agil Siradj, makalah berjudul Latar Kultur dan Politik Kelahiran ASWAJA, hlm. 3-4).

Dengan indikasi seperti itu jelas bertentangan dengan tata tertib calon ketua umum PBNU. (nahimunkar.com, March 26, 20107:59 am)

Mau dibawa ke mana orang-orang NU yang konon jumlahnya 80 juta manusia itu?

Peringatan dari Allah Ta’ala telah jelas:

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (QS Al-Mujadilah/ 58: 22).

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (14) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (15) [المجادلة/14، 15]

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al-Mujadilah/ 58: 14, 15).

***

Komplitnya adonan kemusyrikan, kekafiran, dan yang tak jelas

Ketika seseorang sudah bergelepotan dengan jabatan di dalam wadah kemusyrikan, kekafiran, dan bahkan sampai menganggap murtad para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia tidak usah melontarkan kebenciannya kepada wadah-wadah yang berisi da’wah Islam pun sudah cukup jelas berseberangannya dengan Islam. Sehingga ketika SAS yang keadaan belepotannya seperti itu, lantas kini sebegitu rakusnya (baca: bersemangatnya) melontarkan tuduhan terhadap wadah-wadah da’wah Islam, itu secara kemungkinannya, hanya semacam rembesan dari relung hatinya yang sudah terduduki oleh ideology aneka jabatannya seperti tersebut di atas yang bergelut dalam kemusyrikan dan kekafiran. Karena dalam Islam, sekadar berteman pun akan menentukan agama seseorang, apalagi sampai menduduki jabatan-jabatan. Maka tidak mengherankan bila SAS lebih lantang dan bahkan lebih ngawur dalam menuding lembaga-lembaga Islam dibanding orang musyrik itu sendiri sekalipun. Karena orang musyrik biasanya hanya duduk pada tempat duduk dia (tidak nyambi ke ideology lain-lain lagi), sedang SAS justru bukan hanya di satu tempat. Ya di kemusyrikan, ya di kalangan kafir kitabi dan lainnya. Oleh karena itu lebih lantang dengusannya terhadap lembaga-lembaga Islam yang ia benci. Melebihi orang dari kelompok musyrik itu sendiri. Padahal orang musyrik itu sendiri sudah sangat memusuhi Islam, dan itu ditegaskan oleh Allah Ta’ala. Sehingga adonan antara binaan kelompok musyrik, kafir kitabi, dan pertemanan yang kurang jelas keislamannya menjadikan komplitnya gaya SAS. Dan itu sudah dapat dibaca dalam ayat dan hadits:

 لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا  [المائدة/82]

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS Al-Maaidah: 82)

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah: 120).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ ». (أبو داود ، والترمذى – حسن غريب) قال الشيخ الألباني : حسن

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang laki-laki itu atas agama temannya, maka seseorang dari kamu sekalian hendaklah dilihat siapa yang ia temani. (HR Abu Daud, dan At-Tirmidzi, ia berkata hasan gharib. Kata Syaikh Al-Albani: hasan)

Hitung-hitung, kini Ummat Islam dapat menyaksikan adanya sosok yang komplit dari ramuan yang sengak terhadap Islam. Itulah dia.

Foto: fatwaabdi

(nahimunkar.com)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Penjelasan Yayasan Al-Sofwa Atas Pernyataan DR. Said Agil Siradj « Situs Dakwah & Informasi Islam –
    http://www.alsofwa.com/23695/penjelasan-yayasan-al-sofwa-atas-pernyataan-dr-said-agil-siradj.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: