PEMBANGKANGAN SYI’AH RAFIDHAH KEPADA IMAM ALI IBN ABI THALIB

Sungguh manis rasanya mendengar kata-kata cinta, alangkah mudahnya lisan mengulang-ulangi huruf demi hurufnya. Pecinta sejati, adalah dia yang mampu dan berani membuktikan cint

anya serta menanggung resiko terberat yang merintanginya. Dia tunduk, patuh, dan mengorbankan segalanya demi sang pujaan hati.Tapi, sejauh mana kesiapan siempunya cinta merealisasikan cinta ini ?

Cinta Ahlul Bait, adalah alunan melodi yang tak pernah lepas dari lidah seorang syi’ah Rafidhah, dengan fatamorgana cinta ini, mereka menebarkan doktrin-doktrin beracun ke segenap penjuru dunia.

Jika benar Syi’ah cinta ahlul bait, maka seyognyanya mereka harus patuh dan tunduk kepada perintah dan larangan Imam-imam Ahlul Bait, terutama Rasulullah dan Ali Ibn Abi Thalib. Jika tidak, maka mereka hanyalah Pecinta palsu, pendusta, dan pengkhianat.

Apa hendak dikata, inilah faktanya; pilar-pilar utama agama Syi’ah ternyata menyalahi wasiat imam Ali Ibn Abi Thalib Radhiyallahu anhu. Mau tau buktinya ? Mari kita saksikan bersama.

A. I M A M A H.

Imamah Ali setelah Rasulullah adalah harga mati bagi syi’ah, artinya tidak ada kompromi dalam hal ini. Dengan mengangkat isu adanya wasiat Rasulullah kepada Ali Ibn Abi Thalib, bahwa hanya dia dan keturunannyalah yang berhak memegang khilafah dan wilayah setelah Rasulullah, tidak berhenti di sini, mereka menjadikan IMAMAH sebagai RUKUN IMAN,dan WILAYAH sebagai RUKUN ISLAM.

Tunggu dulu, lantas benarkah wasiat tersebut ada, atau cuma diada-adakan oleh Syi’ah ? Mari kita lihat hadits dari Imam Ali berikut ini :

Beliau ditanya oleh beberapa generasi Tabi’in, diantaranya Qais bin Ubadah dan Al-Asytar, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajarkan sesuatu yang tidak beliau ajarkan kepada sahabat-sahabat yang lain?”, ALI kemudian menjawab, “Tidak, kecuali yang berada dalam tulisan ini!” beliau kemudian mengeluarkan sebuah tulisan yang disimpan di dekat pedangnya, di situ tertulis, “Darah Kaum Mukminin itu sederajat (tidak dibedakan antara darah orang kaya dan miskin), orang yang berusaha membunuh kafir Dzimmi (yang berada dalam lindungan kaum Muslimin) adalah orang yang paling rendah di antara mereka, mereka adalah pelindung terhadap orang selain mereka. ketahuilah, Seorang mukmin yang membunuh kafir dzimmi tidak boleh dibunuh, begitu pula orang yang berusaha memenuhi janjinya. Siapa yang mengada-adakan dalam agama, atau menjadi seorang yang pembuat hal baru (yang tidak diajarkan Nabi) maka baginya laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia. ”
(HR. Abu Dawud, 4530, An-Nasa’i, 6936 dan 6948, Ahmad I/122, Abu Ya’la, 628, Ath-Thahawi Fi Syarhi Ma’anil Atsar, III/192, Ad-Daroquthni, III/98, Baihaqi, VIII/29, Dishahihkan oleh Al-Bani di Shahih Abu Dawud).

Catatan :
1. Ini adalah kesempatan emas bagi Imam Ali untuk mengungkap fakta adanya wasiat tentang Imamah dan wilayah mereka, namun beliau menafikan hal tersebut, dan menyampaikan wasiat khusus Rasulullah, tapi imamah tidak ada di dalamnya.
2. Jika benar ada wasiat tentang Imamah dan wilayah ahlul bait, dan Amirul mukminin tidak menyebutkannya, maka sebabnya mungkin hanya ada dua : takut dan lupa. Takut ? rasanya tdk mungkin Imam Ali pemilik pedang Dzulfikar takut menampakkan kebenaran. Lupa ? rasanya mustahil juga, bukankah menurut syi’ah imam ahlul bait ma’shum dari alpa dan dosa ?
3. Jika benar Rasulullah mewasiatkan imamah dan wilayah kepada imam ahlul bait, dan wasiat tersebut tidak ‘terjadi’, secara tidak langsung ini adalah tuduhan bahwa apa yg disampaikan Rasulullah tidak benar, dan ini adalah salah satu penyebab kekufuran.
4. Yang lebih berbahaya lagi, bahwa sabda Rasulullah adalah wahyu dari Allah, artinya Allah telah memerintahkan kepada Rasulullah untuk menyampaikan wasiat tersebut kepada Ali, dan Allah menghendaki hal itu terjadi. Tapi faktanya, yang jadi pemimpin setelah Rasulullah Adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, baru kemudian Ali.
Artinya, secara tidak langsung syi’ah menyalahkan Allah, atau menganggap Allah tidak mampu mewujudkan wasiat yang Dia kehendaki…, dan inilah inti kekufuran.
5. Maka runtuhlah salah satu rukun iman syi’ah ‘Imamah’ dan rukun islam ‘wilayah. Siapakah yang meruntuhkan teori ini, beliau adalah ALI IBN ABI THALIB Radhiyallahu ‘Anhu.

B. M U T ‘ A H.

Siapa saja membaca keutamaan mut’ah (baca :zina resmi) dalam literature dan lisan tokoh2 syi’ah, maka dia akan mengira bahwa semua amalan besar Islam gugur di hadapan mut’ah. Namun sekali lagi, semua bual tentang mut’ah dan fadhilahnya telah diruntuhkan oleh Imam no.1, yaitu Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib :

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan tentang penentangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu –yang ditahbiskan kaum Syi’ah Rafidhah sebagai imam mereka- terhadap nikah mut’ah.
ALI IBN ABI THALIB radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang nikah mut’ah dan daging keledai piaraan pada saat perang Khaibar.”

Beliau (Ali radhiyallahu ‘anhu) juga mengatakan bahwa hukum bolehnya nikah mut’ah telah dimansukh atau dihapus sebagaimana di dalam Shahih Al-Bukhari hadits no. 5119.

Catatan :
1. Imam Ali mengakui bahwa mut’ah pernah dibolehkan karena dharurah, kemudian dihapus dan diharamkan sampai hari kiamat.
2. Jika Imam Ali telah menyampaikan keharaman nikah mut’ah dari Rasulullah, lantas siapa yang berani menghalalkannya kembali ?

C. K U B U R A N.

Meminta dan memohon kepada Imam Ahlu Bait adalah inti ajaran syi’ah, maka kemudian mereka membangun,menghiasi, dan menjadikan kuburan para Imam sebagai pusat pariwisata rohani dan jasmani. Adalah kesalahan fatal, apabila saudara berani meruntuhkan bangunan kuburan para Imam atau ahlu bait.

Nah, apa pesan Rasulullah kepada Imam Ali, yang kemudian beliau pesankan kepada manusia setelahnya ?

Al-Kulaini meriwayatkan bahwa Amirul Mukminin (ALI IBN ABI THALIB) Radhiyallahu ‘anhu berkata : ” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutusku untuk meruntuhkan bangunan kuburan, dan menghancurkan gambar. ( Furu’ Al-Kafi; juz II, hal 226 )

Dalaw riwayat lain ( Rasulullah bersabda ) : ” Jangan biarkan gambar kecuali kau hapus, dan jangan biarkan kuburan kecuali kau ratakan.” ( Furu’ Al-Kafi; juz II, hal 226, Wasa’il Al-Syi’ah; juz II, hal 869 )

D. P E N G A G U N G A N B E R L E B I H A N.

Imam Ahlul Bait adalah makshum.., memohon kepada Ali dan Husein.., dan lain sebagainya dari bentuk ghuluw (melampaui batas) dalam pengagungan terhadap Imam Ahlu Bait yang didoktrinkan syi’ah kepada para pemeluknya. Tapi, apa reaksi Imam Ali terhadap perbuatan ini ? Mari baca :

Al-Jauzjani mengungkapkan dalam ‘Ahwaal Al-Rijaal’ ( hal 389 ) : ” Kaum Sabaiyah ( kakek moyangnya Rafidhah ) telah melampaui batas kekufuran sampai kepada memperTuhankan Imam Ali radhiyallahu ‘anhu.Akhirnya setelah Imam ALI IBN ABI THALIB memerintahkan mereka bertaubat,namun mereka membangkang,beliaupun membakar mereka dengan api membara seraya berkata :

لما رأيت الأمر أمراً منكرا………أججت ناري ودعوت قنبرا

Saat aku melihat perkara ini melampaui batas
Kunyalakan api dan kupanggil maulaku Qunbur

Catatan :
1. Keterangan riwayat :
Qunbur : adalah salah seorang hamba sahaya Imam Ali,ketika api telah menyala dengan maraknya,beliau meminta Qunbur untuk membawa para ‘Sabaiyyin’,pengikut Abdullah bin Saba’ Al-Yahuudi untuk dibakar !
2. Demi Allah,seandainya Imam Ali hidup di zaman ini,pasti ratusan,bahkan mungkin ribuan kaum rafidhah yang beliau bakar,karena telah memperTuhankan beliau dan putranya Husain.
3. Wahai kaum Syi’ah..benarkah kalian mencintai Ahlul Bait,atau hanya menjadikan mereka ‘kambing hitam’ untuk mencapai tujuan buruk kalian ??

E. C I N T A S A H A B A T.

Sudah terlalu banyak fakta dan argument yang membuktikan besarnya cinta Amirul Mukminin Ali Ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu kepada para sahabat Rasulullah.
Saudara bisa membaca sebagian darinya di sini :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=483366905019782&set=a.221323644557444.57496.221268711229604&type=1&theater
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=479202458769560&set=a.221323644557444.57496.221268711229604&type=1&theater
– Dll.

KESIMPULAN :

Syi’ah adalah pembangkang, mereka membuang semua wasiat penting Imam Ali Radhiyallahu ‘anhu, kemudian dengan sukarela mereka mengadopsi ajaran AL-KULAINI,dan AL-KHOMAINI,CS.

Runtuhlah legenda ‘Cinta Ahlul Bait’ , hancurlah doktrin Imamah,wilayah,mut’ah, dsb.

Kamilah ‘Ahlus Sunnah wal Jama’ah’ pecinta sejati Rasulullah, Ahlul bait, dan Sahabat beliau !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: