Kaum Syiah Indonesia Mengambil Agama dari Seorang Pendusta kelas kakap

Dalam sejarah penulisan dan pembukuan hadis, para ulama sangat berhari-hati dalam mengambil dan menukil hadis dari seorang yang diragukan kapabilitasnya (ketsiqahannya). Para ulama tidak serta merta memasukkan hadis-hadis di dalam kitab mereka jika mereka mendengar Qaala Rasulullah, Rasulullah berkata. Terlebih dahulu mereka mengecek sang penyampai berita (perawi) yang membawa hadis itu kepadanya, diteliti agamanya, kehidupannya dan kapabilitasnya.
Di antara para ulama hadis tersebut ada yang mengatakan atau mengomentari seorang perawi dengan sebutan Fihi Nazhar, perlu ditelitili kembali, Kadzdzab, Pendusta, bahkan dikatakan Dajjal, jika kedustaannya sangat terlalu. Maka dari itu banyak kita dapati buku-buku Rijaal buku yang mengumpulkan biografi para perawi serta komentar para ulama terhadapnya. Ini mereka lakukan untuk menjaga kemurnian agama ini, sehingga silsilah mata rantai periwayatan agama ini bisa terjaga dari tangan-tangan orang yang benci kepada Islam.
Dari sinilah kami mengajak orang-orang Syiah merenungi sebuah fakta yang akan kami ungkap berkenaan dengan tokoh Syiah di Indonesia yang menjadi panutan dan perkataan-perkataannya dijadikan rujukan oleh Syiah di Indonesia, apakah anda rela mengambil agama dari orang yang kebohongannya sudah jamak dikenal masyarakat luas, jangan-jangan agama yang disampaikannya juga merupakan agama bohongan.
Dalam artikel “Bertaqiyah dengan gelar Professor”, kami membuktikan bahwa Jalaluddin Rakhmat -inilah tokoh Syiah Indonesia yang sedang kita bicarakan- yang banyak ditulis namanya dalam berbagai kesempatan sebagai Professor, bahkan terkadang ditambahkan K.H. (Kyai Haji) adalah ternyata sebuah kebohongan publik, dan selama ini ia sendiri tidak pernah mengklarifikasi hal itu secara terbuka. Namun di situ kami belum membuktikan bahwa Jalaluddin Rakhmat pernah mengakui gelar perofessornya itu.
Bahkan ketua IJABI Sulsel, Syamsuddin Baharuddin dalam jawabannya di Harian Fajar terhadap kritik kami yang berjudul “Kejujuran Intelektual” mengatakan, “Bisa saja gelar guru besarnya itu diambil dari perguruan tinggi lain.”
Sebuah buku berjudul “Dakwah Sufistik Kang Jalal” yang merupakan biografi valid Jalaluddin Rakhmat, dan merupakan transformasi karya Tesis seorang mahasiswa Paramadina Jakarta tentang perjalanan dakwah tokoh Syiah Indonesia tersebut, menyebutkan bahwa pada tahun 2001 Jalaluddin Rakhmat dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Padjadjaran. Data ini ia dapatkan dari wawancara pribadinya bersama tokoh tasawuf tersebut. Berikut ini scan bukunya,
Universitas Padjadjaran sebagai pihak yang dicatut oleh Jalaluddin Rakhmat menjawab sebagai berikut, (1) Bapak Jalaluddin Rakhmat, belum memiliki gelar Guru Besar di Universitas Padjadjaran, (2) Untuk gelar Doktor (Dr), secara adiministratif kami belum menerima ijazahnya.
Bahkan untuk gelar Doktor dan Masternya masih diragukan karena Dikti belum memiliki data S2 dan S3 Jalaluddin Rakhmat sebagaimana surat resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, di bawah ini,
Apa kira-kira komentar para ulama hadis kepada Jalaluddin Rakhmat jika mereka hidup pada zaman ini semisal Imam Ahmad bin Hambal, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ad-Daroquthni, Imam Ibnu Hajar, dan lain sebagainya.
Berikut ini beberapa bahasan tentang kecurangan, kedustaan dan kesesatan Jalaluddin Rakhmat;
  1. Kisah Pelecehan Nabi yang Dipalsukan Jalaluddin Rakhmat
  2. Jalaluddin Rakhmat dan Pelacuran Intelektual
  3. Jalaluddin Rakhmat Mencela Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi)
  4. Dusta Berlapis Ulama Syiah
  5. Mengungkap Kedok Jalaluddin Rakhmat, Menjawab Buku Al-Mushthafa
  6. Mengungkap 8 Kedustaan Jalaluddin Rakhmat
  7. Tanggapan Terhadap Makalah Jalaluddin Rakhmat “Mengapa Kami Memilih Mazhab Ahlul Bait. as”
  8. Beberapa Bukti Manipulasi dan Kecurangan Ilmiah Jalaluddin Rakhmat (Edisi Revisi)
  9. Menyoal Gelar Akademik Jalaluddin Rakhmat
  10. Kejujuran Intelektual
  11. Apa Kata Ulama Sulsel Tentang Doktoral Jalal
  12. Bertaqiyah dengan gelar “Professor”
  13. Beberapa Data Penistaan Agama Yang Dilakukan Jalaluddin Rakhmat dkk
  14. Jalaluddin Rakhmat, Pendeta Syiah Yang Terbukti Berbohong

 

Demikianlah beberapa fakta yang dapat kami ungkap, dan ini bukan sebagai bentuk kebencian kami kepada pribadi Jalaluddin Rakhmat, ini adalah bentuk tahdzir, memberikan sinyal waspada kepada masyarakat atas ajaran Syiah yang dia sebarkan. Mudah-mudahan kaum Syiah di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari kasus ini, agar mereka tidak ditipu terus olehnya.

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Saya tidak komentar kalo soal kebohongan dan syiahnya tapi saya tertarik untuk bertanya darimana Anda bisa mengatakan bahwa dia adalah “tokoh tasawuf”? Apakah karena menulis artikel atau buku yang yang ada kutipan-kutipan sufistiknya?

    • saya tidak mengatakan dia tokoh tasawuf, saya hanya mengutip aja, semoga ulasan LPPI Makasar bermanfaat bagi umat islam indonesia agar terhindar dari bahaya syiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: