Ulama Aceh: Aliran LDII bertentangan dengan Islam

Tim Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang datang ke Langsa atas undangan Wali Kota Usman Abdullah untuk mengklarifikasi keberadaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Alue Dua Bakaran Batee, Langsa Baro, menyatakan aliran LDII bertentangan dengan ajaran Islam dan dilarang mengadakan kegiatan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, H. Ibrahim Latif saat ditemui seusai pertemuan dengan tim MPU Aceh, Senin, 15 April 2013. Kata dia, tim MPU Aceh, Tgk. Abu Daud Zamzami, Tgk. Faisal Ali, Tgk H. Abdullah Rasyid dan Tgk. Ziauddin menghadiri rapat lanjutan pembahasan tentang keberadaan aliran LDII, di Aula Setda Langsa, Senin 15 April 2013.

Rapat khusus tentang LDII itu dibuka Wali Kota Usman Abdullah. Selain tim MPU Aceh, juga hadir seluruh unsur Muspida, instansi terkait, camat, geuchik, imam desa, tokoh masyarakat, pimpinan dayah dan pengurus LDII.

Menurut Ibrahim Latif, dalam pertemuan tersebut tim MPU Aceh menyatakan tetap pada prinsipnya dan tidak mencabut Keputusan MPU Aceh Nomor 04 tahun 2004 tanggal 15 Syakban 1425 H/28 September 2004 yang menyatakan aliran LDII bertentangan dengan ajaran Islam dan dilarang mengadakan kegiatan. Kata dia, tim MPU Aceh menjelaskan hasil penelitian pihak MPU Aceh bahwa ajaran LDII masih menyimpang dan menyimpan misteri.

Ibrahim mengatakan, ajaran keagamaan dinyatakan sesat atau menyimpang dari ajaran Islam apabila memenuhi salah satu dari kriteria berikut: mengingkari salah satu dari rukun iman, mengingkari salah satu dari rukun Islam, meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan i’tiqad Ahlus-Sunnah Waljama’ah.

Selain itu, meyakini turun wahyu setelah AlQuran, mengingkari kemurnian dan kebenaran AlQuran, menafsirkan AlQuran tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, mengingkari kedudukan hadist nabi sebagai sumber ajaran Islam, melakukan pencerahan hadist tidak berdasarkan kaidah-kaidah ilmu musthalah hadist, menghina atau melecehkan para nabi dan rasul Allah, mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir, menghina atau melecehkan para sahabat Nabi Muhammad SAW, merubah, menambah atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang tetapkan syariat dan mengafirkan sesama muslim.

Menurut tim MPU Aceh, kata Ibrahim, berdasarkan laporan penelitian MPU Aceh, LDII sampai sekarang memiliki hal-hal atau kriteria tersebut.

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/16/ulama-aceh-aliran-ldii-bertentangan-dengan-islam.html#sthash.eOaLirjB.k6o0eLDo.dpuf

MUI Desak Pemerintah Bubarkan LDII

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar pemerintah segera meninjau kembali keberadaan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) yang merupakan jelmaan dari Islam Jemaah. Sebab, dalam praktek, LDII tetap memberlakukan ajaran Islam Jemaah. Sama seperti terhadap Ahmadiyah, MUI minta agar pemerintah mmbubarkan LDII karena menyebabkan keresahan di tengah umat Islam. Demikian dikemukakan Wakil sekjen MUI Drs. H. Natsir Zubaidi dalam dialog silaturrahiem dengan MUI Kota Surabaya, di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (5/3) kemarin.

Menurut Ketua Umum MUI Kota Surabaya KH. Muchid Murtadho, walaupun secara kelembagaan maupun pernyataan LDII mengaku bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar, namun kenyataannya dalam praktek, LDII hanya sekedar berganti baju dari ajaran Islam Jamaah sebelumnya. Kita banyak menjumpai praktek di lapangan bahwa LDII sama saja dengan Islam Jamaah.

Seperti diketahui, fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Umum Prof. Dr. KH. Hamka dan Sekjen Drs. H. Kafrawi, menyatakan bahwa ajaran Islam Jamaah, Darul Hadits atau apapun nama yang dipakainya adalah sesat.Karenanya dihimbau kepada umat Islam agar tidak mengikuti ajarannya. Setelah pemerintah resmi melarang aktifitas Islam Jamaah, para pemimpinnya melakukan taubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. Beberapa kali kelembagaan Islam Jamaah mengalami perubahan nama dan terakhir menjadi LDII.

Menurut Natsir, pemimpin LDII bahkan pernah melakukan sumpah di hadapan MUI bahwa mereka tidak lagi menjalankan ajaran yang sudah dinilai sesat oleh MUI. Mereka berbaiat untuk benar-benar hendak kembali kepada ajaran yang benar. Karena itu pihak MUI menunggu laporan masyarakat tentang kebenaran tekad dan niat baik pihak LDII itu. Jika ternyata dalam raktek sehari-hari masih melaksanakan ajaran seperti Islam Jamaah, maka MUI tegas pemerintah agar kembali membubarkan LDII.

“Kita juga banyak mendapatkan laporan dari berbagai daerah tentang aktifitas LDII yang hanya sekedar berganti kulit dari Islam Jamaah ke LDII. Aktifitasnya ya sama saja. Kalau memang begitu, maka pemerintah harus segera membubarkan LDII,” tegas Natsir.

MUI Kota Surabaya, dalam kesempatan itu, antara lain juga melaporkan adanya keresahan masyarakat terhadap aktifitas LDII di daerah Surabaya, Jawa Timur. MUI Surabaya minta agar MUI Pusat segera mengambil sikap tegas untuk minta pemerintah membubarkan LDII. (Qr/Islampos)

kesesatan LDII

Teringat Kisah Bai’at H. Budiono kepada Abdudhohir bin Nurhasan ( Imam ke-2 LDII / Islam Jamaah) setelah acara baiat disampaikan bahwa : “Mulai saat ini, setelah baiat ini.. Bapak Kamu, Ibu Kamu, Adik Kamu, Kakak Kamu, Sodara Kandung Kamu yang belum ngaji di sini adalah kafir dan WAJIB MASUK NERAKA”

Akhirnya H.Budiono pun di CAP KAFIR oleh saudaranya, keluarganya, dan Warga LDII / Islam Jamaah yang mengenalnya

https://www.youtube.com/watch?v=kHgr1qXYwX0

Syiah Indonesia, Simbol Kepalsuan dan Kebohongan

Sejak lama umat Islam telah berinteraksi dengan aliran sempalan, Syiah. Karakteristik dari aliran ini pun sudah lama dikenali; suka berdusta. Oleh karena itu, Imam Syafi’i dengan kapasitasnya sebagai Imam besar dalam dunia Islam sejak seribu tahun lalu telah memberikan peringatan waspada kepada umat Islam tentang golongan ini yang paling suka bersaksi palsu dan berdusta diantara sekian banyak sempalan Islam.
Dari segi ajaran, Syiah memang menganjurkan umatnya untuk bertaqiyah/ berdusta di hadapan musuh sebagaimana wejangan dari para ulama mereka di bawah ini,
Ja’far Ash Shadiq: “Jikalau kamu mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyyah itu seperti orang yang meninggalkan shalat, maka kamu benar!” (Man Laa yahdhuruhul Faqih, Ibnu Babawaih, juz 2 hal 80)
Al Baqir: “Sesungguhnya 9/10 agama merupakan taqiyyah. Tidak ada agama bagi yang tidak mengamalkan taqiyah!” (Ushul al Kafi, al Kulaini, juz 2 hal 217)
Ibn Babawaih al Qummi: “Bertaqiyyah itu wajib, tidak boleh ditinggalkan sampai munculnya al Qa’im (Imam mahdi), maka siapa yang meninggalkannya sebelum munculnya al Qa’im maka ia telah murtad dari agama Allah Ta’ala, murtad dari agama Imamiyah, dan juga menyelisihi Allah, Rasul-Nya dan para Imam !” (al I’tiqadaat, Ibn Babawaih al Qummi, hal 114-115).
Namun klaim tanpa bukti adalah kebohongan juga, oleh karena itu melalui media ini kami berusaha mengumpulkan berbagai usaha Syiah di Indonesia, mulai dari tokoh/ ulama, organisasi, situs rujukan, buku, pemberitaan media, hingga orang-orang awam Syiah yang suka menipu, mendustai, membohongi umat Islam Indonesia. Berikut ini paparannya,
Jalaluddin Rakhmat (Tokoh/ Ulama Syiah di Indonesia)
Berikut ini beberapa sampel dari sekian banyak data kedustaan Jalaluddin Rakhmat yang berhasil diungkap, 
Jalaluddin Rakhmat menuduh Imam Bukhari menambah lafaz hadis dalam kitab shahihnya, setelah diteliti yang kita dapati justru dialah yang menambah lafaz hadis
Jalaluddin Rakhmat membantu Murtadha Ja’far Al-‘Amili dalam menyebarkan dusta atas nama baik Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, ternyata usaha mereka untuk membuat busuk nama sahabat kembali ke mereka berdua. Segala puji bagi Allah yang telah membalas tipu daya mereka berdua
Makalah, “Mengapa Kami Memilih Mazhab Ahlul Bait” menukil sebagian pendapat tashih Syekh Al-Bani atas hadis itrah dan membuang sebagiannya, dimana pada akhir penjelasan Syekh Al-Bani menyebutkan bahwa orang Syiah sering menyalahgunakan hadis ini untuk menyesatkan umat Islam.
Gelar Professor yang selama ini kita kenal disandang oleh Jalaluddin Rakhmat ternyata hanya jualan murah yang terbukti palsu.
Kisah seorang Nasrani di Mesir yang melecehkan Nabi dipreteli oleh Jalaluddin Rakhmat
Sufyan Ats-Tsauri, Ulama ahli hadis dinilai oleh Jalaluddin Rakhmat sebagai orang yang suka menukil dari para pendusta, ternyata setelah meneliti kitab Mizanul I’tidal ditemukan bahwa ada beberapa potong kata yang sengaja dibuang Jalaluddin Rakhmat sehingga maknanya berbalik 180 derajat!
Bantahan singkat atas buku “Al-Mushthafa; Manusia Pilihan yang Disucikan” mengungkap sedikit bentuk plagiarismeyang dilakukan Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya tersebut.
Angka 8 bukanlah arti pembatasan. Karena semakin dalam kita teliti karya-karya Jalaluddin Rakhmat kita selalu temukan kedustaan yang disengaja, pengguntingan fakta dan berbagai plesetan ilmiah lainnya.
Daftar Manipulasi dan Kecurangan Ilmiah Jalaluddin Rakhmat dalam buku “Al-Mushthafa”, “40 Masalah Syiah” dan “Meraih Cinta Ilahi”
Penelusuran gelar professor, doktor dan master Jalaluddin Rakhmat.
Yang terakhir ini -meskipun daftarnya masih berlanjut- adalah dua pernyataan dalam media massa yang kontradiktif tentang hukum nikah mut’ah.
Mudah-mudahan bagi kita yang masih memakai akal sehat bisa berfikir secara jernih bahwa agama yang suci itu tak mungkin dibawa dan kita ambil dari seorang pendusta.
Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia
Organisasi ini adalah salah satu diantara wadah penampungan dan pergerakan Syiah di Indonesia, mari melihat beberapa kedustaan yang sempat mereka pertontonkan ke hadapan publik,
(Untuk mengetahui rincinya, silakan dibuka linknya satu persatu)
ABNA.CO dan islamtimes.org (Dua situs rujukan Syiah)
Sumber berita yang menyebutkan perjalanan Umar Shihab ke Iran, dari situ dibumbuhi berita bahwa MUI menganggap Syiah sah sebagai mazhab dalam Islam, padahal justru pimpinan MUI Pusat membantah itu dan menguatkan fatwa MUI tahun 1984 tentang Syiah yang harus diwaspadai dengan menulis artikel di harian republika yang menyetujui Fatwa MUI Jatim tentang sesatnya Syiah, baca beritanya di sini: MUI Pusat Mengesahkan dan Mendukung Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Syiah
Fitnah ataas nama Dr. Muhammad Al-‘Arifi. Katanya beliau menghalalkan zina lewat statusnya di media sosial twitter. Padahal kalau kita lihat, status tersebut melebihi jumlah maksimum karakter dalam satu kali posting status yaitu 140 karakter.
Awam Syiah 
Dan yang paling terakhir, meskipun sekali lagi bukan sebagai bentuk pembatasan fakta dan data kedustaan umat Syiah, kami nukilkan dusta seorang Syiah atas nama Imam Bukhari.

 

Untuk menjaga kemurnian dan validitas agama Islam dan secara khusus hadis-hadis Nabi diperlukan ulama-ulama yang jujur, ash-Shiddiqun. Dan tidak demikian dengan Syiah.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)