Empat alasan sekte Syi’ah mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Empat alasan sekte Syi’ah mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Saudaraku yang budiman! Setelah membaca berbagai nukilan dari para pemuka agama Syi’ah, mungkin anda jadi bertanya-tanya:  Sebenarnya apa yang mendorong agama Syi’ah membenci para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terutama ketiga Khulafa’ Ar Rasyidin?

Untuk mengetahui jawaban pertanyaan ini, saya mengajak anda untuk merenungkan firman Allah Ta’ala berikut:

]مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا[ الفتح 29

“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dia (sahabat-sahabatnya) adalah orang-orang yang keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” Al Fateh 29.

Pada suatu hari ada seseorang yang menemui Imam Malik bin Anas rahimahullah, lalu ia tanpa rasa sungkan mecela para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dihadapan beliau. Mendengar celaan orang tersebut terhadap sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, imam Malik sepontan membaca ayat di atas, lalu berkata:

مَنْ أَصْبَحَ وَفِي قَلْبِهِ غَيْظٌ عَلَى أَصْحَابِ محمَّد عليه السَّلام، فَقَدْ أَصَابَتْهُ الآيَةُ

“Barang siapa yang dalam hatinya terdapat kebencian kepada sahabat-sahabat Nabi Muhammad ‘alaihissalaam, maka berarti ia telah terkena vonis ayat ini.”([1])

Inilah alasan pertama, mengapa agama Syi’ah begitu membenci sahabat-sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Alasan kedua:

Abu Zur’ah Ar Raazy mengungkapkan alasan yang mendorong agama Syi’ah dan lainnya yang dengan getolnya mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam فاعلم أنه زنديق وذلك أن الرسول عندنا حق والقرآن حق وإنما أدى أدى إلينا هذا القرآن والسنن أصحاب رسول الله Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam، وإنما يريدون أن يجرحوا شهودنا ليبطلوا الكتاب والسنة والجرح أولى بهم وهم زنادقة .

“Bila engkau menyaksikan seseorang mencela salah seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ketahuilah bahwa kita meyakini bahwa Rasulullah adalah benar, dan Al Qur’an juga benar, sedangkan yang menyampaikan Al Qur’an dan As Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kita adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan demikian, orang yang mencela sahabat Nabi sedang berupaya menggugurkan para saksi kita, untuk selanjutnya menggugurkan Al Qur’an dan As Sunnah. Bila demikian adanya, maka orang tersebutlah yang lebih pantas untuk dicela, karena sebenarnya ia adalah zindiq (kafir).”([2])

Subhanallah! Betapa buruknya maksud yang mereka pendam di balik upaya mereka mencela para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu, masihkah ada dari kita yang beranggapan bahwa masalah celaan kepada sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah masalah sepele?  Layakkah masalah ini dilupakan, demi mewujudkan impian persatuan Ahlis sunnah dengan Syi’ah, untuk selanjutnya bersama-sama menghadapi Zionis Yahudi dan Salibis para pemuja salib?

Alasan ketiga:

Saudaraku! Kita semua telah mengetahui bahwa keimanan, perjuangan dan pengorbanan sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam demikian besar, sehingga Allah Ta’alapun mencintai mereka dan melipat gandakan pahala mereka. Diantara cara Allah Ta’ala melipat gandakan pahala para sahabat, walaupun mereka teleh meninggal dunia ialah dengan adanya orang-orang yang membenci dan mencaci sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yang demikian itu, dikarenakan orang yang mencaci tersebut pasti akan dituntut atas amalannya kelak di hari qiyamat. Dan sebagai pembalasannya, amal kebaikan orang tersebut akan digunakan sebagai tebusan atas dosa caciannya dan bila tidak cukup, maka dosa-dosa sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan dilimpahkan kepadanya, dan selanjutnya iapun akan dijerumuskan ke dalam neraka.

عن أبي هُرَيْرَةَ t أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ e قال: (أَتَدْرُونَ ما الْمُفْلِسُ؟) قالوا: الْمُفْلِسُ فِينَا من لا دِرْهَمَ له ولا مَتَاعَ. فقال: (إِنَّ الْمُفْلِسَ من أُمَّتِي من يَأْتِي يوم الْقِيَامَةِ بِصَلاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قد شَتَمَ هذا، وَقَذَفَ هذا، وَأَكَلَ مَالَ هذا، وَسَفَكَ دَمَ هذا، وَضَرَبَ هذا، فَيُعْطَى هذا من حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا من حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ، حَسَنَاتُهُ قبل أَنْ يُقْضَى ما عليه، أُخِذَ من خَطَايَاهُمْ، فَطُرِحَتْ عليه، ثُمَّ طُرِحَ في النَّارِ) رواه مسلم

“Dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’ Anhu: Bahwasa pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kamu siapakah orang yang pailit itu”, sepontan para sahabat menjawab: Orang pailit ialah orang yang tidak memiliki uang, juga tidak memiliki harta benda. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menimpali jawaban mereka dengan bersabda: “Sesungguhnya orang yang benar-benar pailit dari umatku ialah orang yang kelak pada hari qiyamat datang dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat. Akan tetapi ia juga datang dengan membawa memikul dosa mencela orang ini, menuduh orang ini, memakan harta benda orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Akibarnya, orang ini diberi bagian dari pahalanya, dan orang ini di diberi bagian dari pahalanya, dan bila pahalanya telah habis, sedangkan dosanya belum tertebus semuanya, maka akan diambilkan dari dosa-dosa mereka (orang yang dirampas haknya ketika di dunia), lalu dicampakkan kepadanya, dan selanjutnya iapun dijerumuskan ke dalam neraka.” Riwayat Imam Muslim.

Oleh karena itu, tatkala ‘Aisyah radhiaallahu ‘anha mendengar berita bahwa ada sebagian orang yang mencela sahabat Nabi, tanpa terkecuali Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhum, beliau berkata:

(وَمَا تَعْجَبُونَ مِنْ هَذَا ! انْقَطَعَ عَنْهُمُ الْعَمَلُ، فَأَحَبَّ اللهُ أَنْ لاَ يَقْطَعَ عَنْهُمٌ الأَجْرَ). رواه مسلم

“Apa yang kalian herankan dari kejadian ini! Mereka itu (para sahabat) adalah orang-orang yang telah terputus kesempatannya untuk beramal, akan tetapi Allah menghendaki untuk tidak menghentikan aliran pahala dari mereka.” Riwayat Muslim.

Alasan keempat:

Saudaraku! Mungkin anda masih ingat riwayat agama Syia’h yang menyebutkan betapa beratnya siksa yang menanti sahabat Abu Bakar dan Umar? Pada riwayat itu disebutkan bahwa setiap hari mereka berdua akan dibunuh sebanyak seribu kali. Bahkan sahabat Umar bin Al Khatthab akan menerima siksa yang lebih berat dari pada Iblis terlaknat.

Coba anda baca kembali riwayat-riwayat tersebut. Menurut hemat anda, apa dosa Abu Bakar Radhiallahu’ Anhu dan Umar bin Al Khatthab Radhiallahu’ Anhu, sehingga mereka berdua harus menanggung siksa yang demikian berat?

Bila benar-benar mencari “dosa” mereka berdua, terutama Umar bin Al Khatthab Radhiallahu’ Anhu, maka tidak ada yang lebih besar dibanding “dosa” meruntuhkan dinasti Majusi di Persia (Iran). Beliaulah yang mengutus pasukan umat Islam untuk menghapuskan dinasti Majusi dari bumi Persia/Iran. Berkat jasa beliaulah api pujaan kaum Majusi padam dan suara azan membahana di bumi Persia.

Ambisi membalaskan dendam nenek moyang para pemuja api inilah yang mungkin medasari sekte Syi’ah, menjuluki imam ke-12 mereka dengan sebutan :

خسرو مجوس

“Pahlawan pembela Majusi”.([3])

Luar biasa! Cucu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadi pahlawan pembela kaum Majusi para penyembah api?! Masuk di akalkah?

Mungkin bagi anda, seorang muslim yang benar-benar beriman, dan berhati nurani bersih, hal itu tidak masuk di akal alias mustahil. Akan tetapi bagi para penganut agama Syi’ah hal itu tidak mustahil, bahkan sangat logis. Oleh karena itu riwayat ini berlalu begitu saja dalam berbagai referensi Syi’ah tanpa ada komentar atau upaya untuk meluruskannya.

Sebagaimana catatan sejarah perjalanan agama Syi’ah menguatkan kemungkinan terjadinya hal itu.

Mungkin anda tidak percaya dengan julukan ini, akan tetapi coba simaklah riwayat yang dibawakan oleh Muhammad Baqir Al Majlisy, mufti agama Syi’ah pada abad 11 H berikut ini:

“Tatkala Raja Persia telah mendapatkan kabar bahwa pasukannya dikalahkan oleh pasukan yang dikirmkan oleh Khalifah Umar bin Al Khatthab dalam peperangan Qadisiyyah, ia bergegas untuk meninggalkan istananya. Sesampainya di pintu istana, ia berhenti sejenak lalu berkata: “Selamat tinggal istanaku, aku akan segera meninggalkanmu, dan suatu saat nanti, aku atau salah seorang anak keturunanku yang belum tiba saatnya akan kembali lagi. Sulaiman Ad Dilaamy perawi kisah ini berkata: Akupun segera masuk menemui Abu Abdillah Ja’far As Shaadiq ‘alaihissalam, dan aku bertanya kepadanya: Apa yang dimaksud oleh raja Persia dengan ucapannya: “Atau salah seorang anak keturunanku ? Abu Abdullah-pun menjawab: Itulah imam Mahdi kalian, sang penegak agama Allah Azza wa Jalla, yaitu cucuku keenam, yang pada saat yang sama juga cucu keturunan raja Persia Yazdajird.”([4])

Saudaraku, demikianlah pengakuan imam mereka ke-6 Ja’far As Shaadiq. Imam Mahdi agama Syi’ah akan menjadi pahlawan yang mengembalikan kejayaan dinasti majusi Persia. Tidak cukup hanya mengembalikan kejayaan Dinasti Majusi, ia juga akan membalaskan dendam mereka dari bangsa Quraisy yang telah meruntuhkan kejayaan mereka dari bumi Persia. Simaklah riwayat berikut:

يقول أبو جعفر عليه السلام: لو يعلم الناس ما يصنع القائم إذا خرج، لأحب أكثرهم ألا يروه مما يقتل الناس، أما إنه لا يبدأ إلا بقريش، فلا يأخذ منهم إلا السيف، ولا يعطيها إلا السيف، حتى يقول كثير من الناس : ليس هذا من آل محمد، ولو كان من آل محمد، لرحم.

“Abu Ja’far ‘alaihissalam berkata: Andai masyarakat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Al Qaim (Imam Mahdi versi Syi’ah) setelah ia dibangkitkan, niscaya kebanyakan dari mereka berangan-anggan untuk tidak menyaksikannya, dikarenakan begitu banyaknya ia membunuh manusia. Ketahuilah bahwasannya qabilah pertama yang akan ia bunuh ialah qabilah Quraisy. Ia tidak akan menerima dari mereka selain pedang (peperangan) dan tidak akan memberi mereka selain pedang pula, sampai-sampai banyak dari manusia yang berkata: Orang ini bukanlah dari keluarga Nabi Muhammad, andai ia benar dari keluarga Nabi Muhammad, niscaya ia memiliki rasa belas kasih.”([5])

Tidak cukup membalaskan dendamnya, bahkan agama Syi’ah juga mengklaim telah berhasil membebaskannya dari siksa neraka di akhirat:

Beberapa tokoh Syi’ah mengisahkan bahwa pada suatu saat Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’ Anhu mengunjungi daerah Al Mada’en yang dahulu merupakan ibu kota Negara Persia. Beliau berkeliling-liling di kota itu, lalu singgah di Istana raja Persia. DI tengah-tengah ia mengelilingi bekas istana Kisra itu, ia menyaksikan tengkorak manusia yang telah rapuh.

Ali bin Abi Thalib memerintah sebagian pasukannya untuk meletakkan tengkorak itu di dalam bejana. Selanjutnya beliau berkata kepada tengkorak itu:

أقسمت عليك يا جمجمة لتخبرني من أنا ومن أنت؟ فقالت الجمجمة بلسان فصيح: أما أنت فأمير المؤمنين سيد الوصيين وإمام ا لمتقين، وأما أنا فعبدك وابن أمتك، كسرى أنوشيروان …. ولكني مع هذا الكفر خلصني الله تعالى من عذاب النار ببركة عدلي وإنصافي  بين الرعية، فأنا في النار والنار محرمة علي.

“Aku menjumpaimu wahai tengkorak, agar engkau mengabarkan kepadaku: siapakah aku dan siapakah dirimu? Sepontan tengkorang itu dengan bahasa yang fasih, menjawab: Adapun engkau, maka engkau adalah amirul mukminin, pemimpin para penyandang wasiat, dan pemimpin orang-orang yang bertaqwa. Adapun aku, maka aku adalah hambamu dan putra hamba wanitamu, yaitu Kisra Anusyirwan …. akan tetapi walaupun aku kafir, Allah Ta’ala telah membebaskanku dari siksa neraka berkat aku dahulu menegakkan keadilan diantar rakyatku, sehingga walaupun aku menghuni neraka, neraka diharamkan untuk menyentuh diriku.” ([6])

Mungkin inipulalah yang mendasari agama Syi’ah Itsna ‘Asyariyah untuk memilih Ali Zaenal Abidin dari sekian banyak putra Al Husain sebagai imam mereka yang ke-4. Dan mungkin ini pula yang mendasari Syi’ah meyakini bahwa imam mereka sepeninggal Al Husain hanya ada pada keturunan Al Husain, dan secara khusus dari jalur Ali Zaenal Abidin.

Adapun anak cucu Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, maka tidak seorangpun yang dinobatkan oleh agama Syi’ah sebagai Imam mereka, padahal kita semua mengetahui bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara khusus telah memuji Al Hasan sebagai seorang pemimpin yang berjasa besar:

(إِنَّ ابْنِى هَذَا سَيِّدٌ ، وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ عَظِيمَتَيْنِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ) رواه البخاري

“Sesungguhnya putraku ini adalah seorang pemimpin, dan semoga saja Allah dengan perantarannya mendamaikan antara dua kelompok besar dari umat Islam (yang saling berperang-pen)”. Riwayat Al Bukhari.

Bila demikian nasib anak keturunan Al Hasan di mata para penganut agama Syi’ah, maka nasib anak keturunan putra-putra Ali bin Abi Thalib lainnya tidak akan berbeda darinya.

Saudaraku, hal lain yang sangat mengujutlan dari aplikasi permusuhan mereka kepada Umar bin Al Khatthab yang menguatkan kesimpulan di atas –balas dendam atas runtuhnya dinasti Majusi- ialah diagungkannya eksekutor pembunuhan Umar bin Al Khatthab.

Agama Syi’ah begitu mengkultuskan Abu Lu’lu’ah Fairuz Al Majusy, yang telah menorehkan sejarah kelam dalam sejarah Islam. Pada pagi hari, tepatnya ketika Khalifah Umar bin Al Khatthab sedang memimpin umat Islam di masjid Nabawi menjalankan sholat subuh, Abu Lu’lu’ah Al Majusi melampiaskan dendam kesumatnya. Dengan sebilah pisau yang sebelumnya telah dibubuhi racun mematikan, ia menikam Khalifah Umar bin Al Khatthab beberapa kali.

Atas jasa pembalasan dendam inilah, Abu Lu’lu’ah Al Majusi dikaruniai penghargaan yang besar oleh para penganut agama Syi’ah. Perhormatan sekaligus penghargaan yang diberikan kepada pembunuh Khalifah Umar bin Al Khatthab ini diwujudkan dalam dua hal:

1.     Agama Syi’ah meyakini bahwa Abu Lu’lu’ah Al Majusi di kuburkan di Kota Kaasyaan-Iran. Sebagai wujud penghormatan, mereka membangun kuburannya ini dan menjadikannya sebagai tempat bersejarah yang senantiasa dikunjungi.
buaya10 1 300x273 Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 10)
buaya10 2 300x273 Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 10)
buaya10 3 300x279 Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 10)
buaya10 4 300x256 Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 10)

Foto Kuburan Abu Lu’luah Al Majusi dari luar dan dalam, Nampak dalam gambar, betapa antusiasnya pengikut agama Syi’ah ketika berziarah ke kuburan ini.

2.     Hari keberhasilan Abu Lu’lu’ah Al Majusi melampiaskan dendamnya kepada Amirul Mukmini Umar bin Al Khatthab Radhiallahu’ Anhu sebagai hari besar. Hari raya ini disebut dengan sebutan ‘Idul Akbar.


[1] ) As Sunnah oleh Imam Abu Bakar Ahmad bin Muhammad Al Khallal 2/478.

[2] ) Tarikh Dimasq oleh Ibnu ‘Asaakir 38/32-33.

[3] ) Julukan ini disebutkan oleh An Nury At Thabrasy sebagai julukan ke 47 dari sekian banyak julukan Madi Syi’ah. An Najmu As Tsaqib Fi Ahwaali AlImam Al Hujjah Al Ghaaib hal 185.

[4] ) Bihaarul Anwaar oleh Al Majlisy 51/163-164.

[5] ) Al Gahibah, oleh Muhammad bin Ibrahim An Nu’many wafat tahun 380 H,  hal 233.

[6] )  Al Fadhaail   oleh Syazaan bin Jibra’il Al Qummi 71, Bihaarul Anwaar oleh Al Majlisi  41/213, & Madinatul Ma’ajiz oleh As Sayyid Hasyim Al Bahraani 1/227.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: