Tanda Kemunculan Dajjal Sudah Terjadi?

DAJJAL DAN CIRI-CIRINYA

Dajjal  adalah seorang anak Adam [Ia bukan dari golongan jin, dan bukan pula keturunan dari perpaduan manusia dan jin seperti yang disangkakan oleh sebagian orang]. Ia mempunyai ciri-ciri yang jelas yang dapat dikenali oleh setiap mukmin apabila ia telah keluar. Diantara ciri-cirinya adalah seperti dua sabda RasulullahSallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini;

1.  ‘Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah’ [Shahih. HR. Ahmad 23144, Abu Dawud 4320]

2.  ‘Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Keta-
huilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis diantara kedua matanya; Kafir (yang mampu dibaca oleh setiap muslim).[HR. Al-Bukhari 7131,7408, Muslim 2933]

Dajjal adalah seorang laki-laki yang masih muda, berkulit merah, yang buta adalah mata sebelah kanannya bagaikan buah anggur yang menonjol keluar, diatas mata kirinya ada daging tumbuh dan ia adalah seorang laki-laki mandul yang tidak mempunyai anak.

WAKTU TURUN DAJJAL
Tidak diketahui kapan turunnya Dajjal. Lantaran turunnya Dajjal ada kaitannya dengan hari kiamat, sedang hari kiamat sendiri tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang jelas, munculnya Dajjal adalah merupakan tanda-tanda sangat dekatnya hari kiamat.

TEMPAT KELUAR DAJJAL
Dajjal muncul di perbatasan antara wilayah Syam dan Iraq.  Dari Nawwas bin Sam’anRadhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam menuturkan tentang Dajjal, ‘Sesungguhnya ia muncul di daerah perbatasan antara Syam dan Iraq, sehingga berbuat kerusakan di kanan dan di kiri.’ [HR. Muslim 2937]

MASA DAJJAL DI MUKA BUMI
Dajjal tinggal di muka bumi ini, hanya selama 40 hari. Sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisanya seperti hari-hari biasa. [Lihat HR. Muslim 2937]

TEMPAT YANG DIDATANGI DAJJAL
Dajjal akan masuk pada setiap negeri dengan membawa fitnahnya [termasuk negeri kita ini] kecuali Makkah dan Madinah lantaran semua jalan yang menuju ke sana dijaga malaikat dengan berbaris. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua diinjak oleh Dajjal. Kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju kesana dijaga dengan malaikat dengan berbaris. Maka berhentilahDajjal disebuah kebun [di pinggir kota Madinah]. Madinah berguncang tiga kali. Lalu –
keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik –
Dari kota Madinah menemui Dajjal.’ [HR. Al-Bukhari

1881 dan Muslim 2943]
Diriwayat yang lain Dajjal tidak dapat masuk  ke empat masjid yaitu, Masjid Al-Haram, Masjid Nabawy, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid Ath-Thûr. [Shahih. HR. Ahmad 24085. Lihat Ash-Shahihah 2934]

PENGIKUT DAJJAL
Pengikut Dajjal yang terbanyak adalah dari kalangan Yahudi. Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Para pengikut Dajjal adalah dari kelompok Yahudi Isfahan [salah satu wilayah Iran] tujuh puluh ribu orang yang memakai topi penutup kepala.’ [HR. Muslim 2944]

FITNAH DAJJAL
Fitnah [ujian] Dajjal merupakan fitnah yang paling besar sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat, karena Allah menciptakannya dengan memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak bisa dicerna oleh akal manusia. Dengan kemampuan yang dimilikinya itu ia mengaku dirinya sebagai tuhan. Ia memiliki surga dan neraka, tetapi neraka miliknya adalah surga, sedangkan surga miliknya adalah neraka. Ia dapat memerintahkan langit agar menurunkan hujan dan memerintahkan bumi agar menumbuhkan  tanaman. Ia mampu menempuh perjalanan di bumi dengan sangat cepat seperti hujan yang diterpa angin, menghidupkan yang mati dan lainnya sebagai fitnah bagi kaum muslimin.

MATINYA DAJJAL
Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak di bumi, Allah mengutus Isa bin Maryam kemuka bumi di menara putih sebelah timur Damaskus untuk membunuh Dajjal. Dan tugasnya pun berhasil, Nabi Isa berhasil membunuh Dajjal di bab Lûd [suatu desa dekat Baitul Maqdis, di Palestina]. [Lihat HR. Muslim 2937]

APAKAH DAJJAL SUDAH MUNCUL?
Jika melihat keterangan-keterangan diatas tentang sifat dan fitnah Dajjal, dimana salah satu dari tanda-tandanya [yaitu ada tulisan kafir diantara kedua matanya] dapat diketahui oleh setiap muslim bahkan yang buta huruf sekalipun –sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Muslim 2932- maka dapat dipastikan bahwa ia belum ada hingga saat ini. Adapun mereka yang berpendapat bahwa wujud Dajjal sudah ada dengan menakwilkan bahwa Dajjal bukan manusia melainkan symbol kebudayaan Eropa, kemegahan, dan fitnahnya maka yang demikian itu adalah pendapat batil dan jauh dari kebenaran, lantaran bersebrangan dengan semua dalil-dalil shahih yang telah kami sebutkan sebelumnya tentang Dajjal bahwa ia adalah suatu sosok yang tertentu [manusia] dan berwujud.

MENJAGA DIRI DARI FITNAH DAJJAL
Berikut beberapa upaya yang dapat lakukan   sedari sekarang untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal ketika ia benar-benar datang nanti;
1.  Berlindung kepada Allah Ta’ala dari fitnahnya, setiap selesai dari tasyahhud akhir. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai dari tasyahhud akhirnya, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal; dari adzab kubur, fitnah hidup dan mati, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.’ [HR. Muslim 588]
2.  Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.’ [Shahih. HR. Abu Dawud 4321]
3.  Tinggal di Mekkah dan Madinah.

 

http://muslimina.blogspot.com/2013/06/tanda-kemunculan-dajjal-sudah-terjadi.html

Iklan

Dari Iran Muncul Dajjal?

DAJJAL adalah fitnah (cobaan, kesesatan, huru hara, dan kekufuran) terbesar yang akan muncul di akhir zaman.  Tiada seorang nabi pun yang diutus ke muka bumi kecuali telah mengingatkan manusia akan fitnah Dajjal.

Dari Anas bin Malik  berkata, Rasulullah bersabda,

“Tiadalah Allah mengutus seorang nabi pun kecuali pasti para nabi itu telah mengingatkan umatnya akan orang yang buta sebelah lagi pendusta, ingatlah sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah dan sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin—rahimahullaah—mengatakan, “Fitnah yang paling besar di muka bumi sejak Allah ciptakan Adam adalah fitnah Dajjal. Karena itu, tidak ada seorang nabi pun sejak nabi Nuh sampai Muhammad kecuali mereka sudah mengingatkan kaumnya akan bahaya Dajjal, sebagai peringatan darinya.” (Al-Majmu’ Ats-Tsamiin II/175).

Di antara kiat yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya agar terhindar dari fitnah Dajjal yang begitu dahsyat adalah memohon perlindungan kepada Allah ketika shalat, pada saat tasyahud akhir, sebelum salam dengan doa:

]اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ[

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah al-Maasih ad-Dajjal.” (HR.Muslim).

Dari Mana Dajjal Akan Muncul?

Mari kita simak beberapa hadits berikut:

Dari Fatimah binti Qais—radhiyallahu ‘anha—bahwa beliau pernah mendengar Nabi shallallahu bersabda:

]أَلاَ إِنَّهُ فِى بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لاَ بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ ما هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ [ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ

“Tidaklah dia (Dajjal) di laut Syam, atau laut Yaman.Tidak! Tetapi dari arah timur. Dia dari arah timur, dia dari arah timur.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya ke arah timur.” (HR. Muslim no. 2942).

Dari Abu Bakr ash-Shidiq, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

]الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ[

“Dajjal keluar dari daerah timur, namanya Khurasan.” (HR. Timidzi 2237 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jami’ ash-Shaghir).

Khurasan

Satu wilayah yang luas di sebelah timur Jazirah Arab. Saat ini, yang termasuk wilayah Khurasan: Nishapur (Iran), Herat (Afganistan), Merv (Turkmenistan), dan berbagai negeri di Selatan sungai Jihun (sungai Amu Darya). (Mu’jam al-Buldan, 2:350).

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

]يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ، وَمَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُودِ[

Dajjal akan keluar dari daerah Yahudiyah Asbahan. Dia bersama 70 ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad).

Asbahan

Sering juga disebut Asfahan. Termasuk wilayah Iran, 340 km di selatan Teheran. Bukhtanshar menyerang Baitul Maqdis dan menjadikan penduduknya sebagai tawanan, bersama orang Yahudi, kemudian mereka ditempatkan di Asfahan. Akhirnya wilayah tersebut dinamakan kampung Yahudiyah. Ibu kota Asfahan saat ini adalah Yahudiyah (Mu’jam al-Buldan, 1:208).

Hanya saja, fenomena kehadiran Dajjal mulai semarak di kalangan umat manusia, setelah dia berada di daerah antara Irak dan Syam (kawasan 4 negara: Suriah, Palestina, Libanon, dan Yordania).

Dari Nawwas bin Sam’an, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Dajjal keluar di daerah antara Syam dan Iraq. Kemudian dia membuat kerusakan di sebelah kanan dan kirinya. Wahai hamba Allah! Kuatkan iman kalian!” (HR. Muslim 2937 dan Ibn Majah 4075).

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan:

“Pertama mulai munculnya Dajjal di Asbahan, tepatnya di dataran bebatuan, yang dinamakan kampung Yahudiyah. Dajjal dibela oleh 10 ribu orang yahudi dari penduduk Ashbahan.” (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, Hal. 59).

Asfahan ataukah Khurasan?

Jika Anda perhatikan peta negara Iran, Khurasan dan Asfahan berhimpit di bagian timur laut wilayah Iran. Kita tidak tahu pasti awal kali Dajjal muncul di titik yang mana. Yang jelas, di dua daerah, pertama kali Dajjal muncul dan mendapatkan banyak pengikut. Dan benarlah apa yang disabdakan Nabi Muhammad saw, sebab catatan dari Frances Harrison dari BBC News, yang dilansir pada September 2006, bahwa di Teheran ada sekitar 25 ribu Yahudi di negeri Iran.

Meskipun lagaknya melawan Zionis, tapi Iran menjadi tempat yang aman bagi Yahudi. Pemimpin komunitas Yahudi Iran, Mr. Hammami mengaku bahwa Khameini membedakan antara Yahudi dan Zionis, dan dia mendukung kami. Bahkan Presiden Iran saat ini, Ahmadi Nejad yang banyak dielu-elukan oleh masyarakat muslim adalah keturunan Yahudi.

Dari sinilah Anda bisa mendapatkan jawaban, mengapa Dajjal muncul di Iran. Lebih dari itu, ada kejadian aneh bin ajaib lainnya, di saat Iran koar-koar anti Yahudi, pernahkah Anda mendengar ada warga Palestina diizinkan mengungsi ke Iran?

Kembali ke topik keluarnya Dajjal, sebagian orang berkata Dajjal akan keluar dari Segitiga Bermuda. Yang benar, Dajjal keluar bukan di Segitiga Bermuda. Itulah yang kita yakini. Itulah akidah kaum muslimin. Dajjal muncul di Asfahan bagian dari negeri Iran, yang saat ini menjadi negeri Syiah.

Meski sempat mengundang kontroversi, film kolosal bertema Umar bin Khatthab telah tayang di salah satu stasiun TV nasional. Menyaksikan film ini, masyarakat sedikit banyak bisa mengetahui sosok Umar bin Khatthab tdan sepak terjangnya dalam membela Rasulullah SAW dan dinul Islam. Sosok pemimpin yang dikagumi dan diidam-idamkan oleh seluruh kaum muslimin. Pada bagian akhir episode film tersebut, dimunculkan adegan pembunuhan Khalifah Umar oleh Abu Lu’luah al-Majusi La’natullah ‘alaihi.

Pemuliaan Iran Terhadapnya

Pada setiap tahun, Syi’ah merayakan terbunuhnya Khalifah Umar bin al-Khaththab, dan mereka menganggapnya sebagai hari raya, yang kegembiraan dan kebahagiaan merasuk dalam hati mereka. Hari raya tersebut mereka sebut dengan Idul Ghufran, dan itu bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awwal. Mereka mengklaimnya bahwa Allah mengangkat dari mereka perhitungan amal pada hari itu.

Kita tidak mengenal satu bangsa yang bergembira dengan syahidnya khalifah kedua yang mulia Umar bin al-Khaththab kecuali Bangsa Persia (Iran) dan bangsa Yahudi. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembalasan dendam Bangsa Persia yang telah ditaklukkan oleh Umar .

Disebutkan bahwa Iran, mulai melakukan pekerjaan restorasi atas tempat ziarah yang mereka sebut dengan Marqad Baba Syuja’uddin (Tempat Peristirahatan)

Bapak Pahlawan Agama) pada tahun 2003 M, dan menganggap tempat ziarah tersebut adalah tempat ziarah bersejarah yang wajib dilestarikan. Dan menamakan jalan Marqad tersebut yang ada di sana dengan namanya; Jalan al-Fairuziy. Mereka membaca keutamaan-keutamaan orang zindiq tersebut. Mereka menyebutnya dengan Hadharat Baba Syuja’uddin. Mereka juga berkata kepada manusia, ‘Ziarahilah dia, dengan menziarahinya, seluruh dosa kalian akan diampuni.’

Di antara doa-doa mereka,

الَّلهُمَّ ارْضَ عَنْ أَبِيْ لُؤْلُؤَةَ وَاحْشُرْنِيْ مَعَهُ

“Ya Allah, ridhailah Abu Lu`lu`ah, dan kumpulkanlah aku bersamanya.”

Sumber: Buletin Dakwah AL-FIKRAH STIBA Makassar, Edisi 01. Tahun XIV, 02 Muharram 1434 H/ 16 November 2012

islampos.com

10 Keutamaan Negeri Syam

DAMASKUS adalah ibu kota bagi Negara Suriah. Yang dahulunya terkenal dengan nama ‘negeri syam’. Dimana negeri Syam ini adalah pada hakikatnya meliputi empat negara, Suriah, Yordania, Palestina dan Lebanon. Tetapi sekarang jelas sekali telah dipecah kerajaan Eropa. Namun, meskipun telah terpisah menjadi empat negara, Suriah masihlah kuat disebut-sebut sebagai negeri Syam terkahir kerana terdapat ibu kota Damaskus. Ada beberapa hadist akhir zaman sehubungan Syam yang sudah disebutkan Rasulullah SAW. Berikut petikannya:

Penduduk Syam senantiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang Kiamat.

Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari)

 “Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang hari Kiamat.”

Doa Nabi saw meminta barokah untuk negeri Syam, dan harapan Nabi saw agar penduduknya dihindarkan dari keburukan dan musibah.

Ya Allah, berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed ? Rasulullah saw menjawab: Di sana (nejed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syetan. (HR. Bukhari)

Catatan: yang dimaksud dengan Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.

Penduduk Syam diuji oleh Allah dengan penyakit tho’un (wabah pes) agar mendapat syahadah dan rohmat.

“Jibril datang kepadaku dengan membawa demam dan pes, aku menahan demam di Madinah dan aku lepaskan pes untuk negeri Syam, karena meninggal karena pes merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi kaum kafir.” (HR. Imam Ahmad)

Negeri Syam dinaungi sayap malaikat rahmat

“Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)

Syam adalah negeri iman dan Islam saat terjadi huru-hara dan peperangan dahsyat.

“Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.”

Syam merupakan pusat negeri Islam di akhir zaman

“Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)

Syam merupakan benteng umat Islam saat terjadinya malhamah kubro (perang dahsyat akhir zaman)

“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? Aku: Ya, benar. Nabi saw: Masuklah. Aku: Semua atau aku sendiri? Nabi saw: Masuklah semua. Nabi saw: Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat. Pertama, kematianku. Aku: Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: satu. Nabi saw: Penaklukan Baitul Maqdis. Aku: Dua. Nabi saw: Kematian yang akan merenggut umatku dengan cepat seperti wabah kematian kambing. Aku: Tiga. Nabi saw: Konflik dahsyat yang menimpa umatku. Aku: Empat. Nabi saw: Harta membumbung tinggi nilainya hingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Aku: Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian dengan 80 tujuan. Aku: Apa maksud tujuan? Nabi saw: Maksudnya panji. Pada tiap panji terdisi dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghouthoh, daerah sekitar kota Damaskus.” (HR. Imam Ahmad)

Catatan: Daerah bernama Ghauthah masih ada hingga kini, tak berubah namanya, dan letaknya memang dekat Damaskus.

Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Imam Ahmad).

Kematian Dajjal terjadi di Syam

“Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat, maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad)

“Dajjal akan keluar di tengah Yahudi Asfahan hingga mencapai Madinah, ia singgah di perbatasannya, saat itu Madinah memiliki 7 pintu pada tiap pintu dijaga oleh 2 malaikat, maka penduduk Madinah yang jahat bergabung dengan Dajjal, hingga bila mereka mencapai pintu Ludd, Isa as turun lalu membunuhnya, dan sesudah itu Isa as hidup di dunia 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan hakim yang bijak.” (HR. Imam Ahmad)

 Syam adalah negeri titik temu dan titik tolak

“Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik (kepala di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)

“Maimunah bertanya kepada Nabi saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan kepada kami tentang Baitul Maqdis. Maka Nabi saw menjawab: Dia adalah negeri titik bertolak dan titik berkumpul, datanglah ke sana dan sholatlah di sana, karena sholat di sana bernilai 1000 kali sholat di tempat lain.” (HR. Ahmad).

[sumber: akhir zaman]

 

Tiga Sisi Tampilan Dajal (3-Habis)

Oleh: Ahmad Thomson

Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib.

Merenungkan Dajjal sebagai kekuatan gaib, kehadiran kekuatan ini ditandai dengan kehadiran makhluk dari alam lain yang menguasai manusia, atau sebagaimana terkadang jin merasuki orang atau binatang. Boleh jadi, Dajjal sebagai kekuatan gaib, seperti jin, menjelma sebagai manusia atau binatang tanpa perlu merasukinya, cukup dengan menyerupainya. Ada juga kemungkinan bahwa penjelmaan Dajjal sebagai kekuatan gaib adalah jadi-jadian dari sekelompok jin kafir, artinya bukan sesosok makhluk baru. Tidak diketahui alam asal mereka. Sebenarnya diketahui bahwa ada banyak alam. Pada surat al-Fatihah, Allah disebut Rabbul ‘aalamiin.

Tanda bahwa perasukan telah terjadi ialah, bahwa anda menyaksikan sejum-lah besar manusia atau kelompok-kelompok manusia, semuanya berlaku seolah satu tubuh, seakan tak punya jati diri. Walaupun mereka nampak sebagai manusia namun perilakunya sama sekah’ tidak manusiawi, lebih mirip robot. Banyak sekali buku dan film yang mengangkat gejala ini, dan itu semua bukan khayalan belaka. Semuanya menunjukkan kepada kenyataan yang telah, sedang dan akan terus terjadi, sebagaimana digambarkan dalam film The Man who Fell to Earth.

Karena sisi Dajjal sebagai kekuatan gaib berada di Alam Gaib, maka pengetahuan mengenainya hanya bisa diperoleh dan mereka yang punya sarana ke Alam Gaib. Walaupun Nabi Muhammad saw diberikan sarananya, namun beliau tidak berhasrat padanya. Karena hasrat kepada ilmu semacam ini adalah kendala bagi orang yang berhasrat pada ilmu mengenal Allah.

Namun, dengan mengamati bagaimana-perubahan-perubahan yang terjadi pada keadaan sosial budaya dunia, terutama di abad ini, dan dengan mengamati bagaimana cara hidup masa kini, maka kita bisa memperoleh bukti dari alam nyata – yaitu alam yang bisa ditangkap oleh panca indera kita – bahwa pengam-bilalihan telah dan sedang terjadi. Dengan kata lain, kita dapat mengenali ciri-ciri Dajjal sebagai kekuatan gaib, dengan meneliti Dajjal sebagai gejala sosial budaya global.

Apabila kita kaji sisi Dajjal sebagai gejala sosial -budaya global, kita akan saksikan bahwa pengambilalihan sedang berjalan lancar, nampaknya saat kemunculan si Dajjal sudah sangat dekat, alasannya sangat sederhana: karena sistem-sistem dan para pengurusnya, yaitu sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, telah memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui, Dajjal bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang dinanti-nanti.

Dalam seratus tahun yang terakhir, telah terjadi perubahan-perubahan yang sangat luar biasa di rauka bumi. Pengelompokan sosial yang biasa berlaku di seluruh dunia, yaitu masyarakat berpola pedesaan, yang terbentuk dari keluarga-keluarga yang saling mengenal dan saling membantu – baik di antara warganya maupun antar pedesaan – kini dengan pesatnya telah terkikis dan kehilangan sifatnya. Kini, di kota-kota besar, setiap insan semakin terkucil dari jati dirinya, dari manusia di sekitarnya, dan dari pengenalan kepada Allah -mereka sekedar menjadi sebuah roda gigi yang sibuk dalam proses produsen-konsumen, yang apabila tidak sedang bekerja atau tidur, mereka hampir selalu terjebak dalam pencapaian fatamorgana pemuasan diri yang kekanak-kanakan dan tak ada habisnya, ini mcnjamin bahwa manusia tidak akan punya banyak waktu untuk merenung dan bercermin tentang dari mana dan akan kemana dia, juga tak ada waktu untuk mencoba membebaskan diri dari jeratan rutinitas kehidupan yang membelitnya.

Walaupun ukuran pengelompokan sosial yang ada sekarang sebesar masyarakat pedesaan, transaksi sosial antar warganya sudah tidak sehangat dan seerat dahulu. Kini, semakin kurang waktu untuk saling bertemu dan semakin banyak waktu tersita televisi. Semakin sedikit waktu untuk bekerja bersama dan semakin banyak waktu untuk bekerja sendirian. Bagi mereka yang dilahirkan dalam keadaan seperti ini, perubahan sosial ini tidak begitu kentara. Seolah-olah semua berjalan sebagaimana mestinya, sebagaimana digambarkan film THX 1138.

Mungkin satu-satunya cara untuk memahami betapa dahsyatnya perubahan yang telah terjadi, adalah dengan mengamati apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan multinasional memutuskan untuk mulai menjarah sumber daya alam dari suatu daerah yang sebelumnya terpencil. Dalam waktu yang cukup singkat, kegiatan para pengatur perusahaan tersebut tidak hanya mengacaukan cara hidup masyarakat asli daerah itu, tapi juga memusnahkan sumber-sumber penghidupan tradisional mereka, dan dengan demikian menjamin pasokan tenaga kerja murah untuk mengerjakan berbagai kegiatan perusahaan multinasional itu. Mendadak semua orang dinomori dan mengejar sesuatu yang namanya uang, dan terenggutlah keselarasan sosial yang pernah ada sebelum datangnya pertambangan, atau ladang minyak, atau penebangan hutan, atau pendirian pabrik, atau pembangkit listrik tenaga air, atau apa pun juga.

Semuanya dilaksanakan atas nama kemajuan, pemberadaban masyarakat terbelakang, atau demi peningkatan mutu kehidupan, namun, pada hakikatnya gaya hidup baru itu pasti terkait dengan teknologi baru, dan pasti juga terkait dengan pelecehan pada ilmu hakiki, yang para kafir sebut sebagai pendidikan dan melek huruf itu. Semuanya merupakan tanda terkikisnya atau berakhirnya transaksi kemanusiaan yang sejati di daerah tersebut. Adapun penduduk asli yang tidak bisa dipakai, akan sengaja digusur atau dibasmi dengan aneka penyakit menular atau virus-virus baru, yang mereka belum miliki penolak alaminya.

Sebuah perubahan perilaku sosial lainnya yang cukup berarti, dan jelas berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi di suatu kelompok sosial, adalah bahwa dahulu keutuhan suatu masyarakat dibina dengan peribadatan kepada Tuhan, kini unsur pengikat yang mendasar itu sudah semakin berkurang. Di dunia barat, pola peribadatan yang menonjol adalah pola agama Kristen – sebuah agama ganjil hasil percampuran dari gagasan-gagasan Paulus sendiri, filsafat Yunani, pembaharuan yang mengada-ada atas peran kerahiban – dalam rangka berusaha keras untuk selaras dengan para penguasa kafir – dan dengan sedikit serpihan-serpihan ajaran asli Nabi ‘Isa as.

Karena pola peribadatan ini berbeda dengan cara asli yang diamalkan Nabi ‘Isa dan para pengikutnya, maka pola ibadat ini belum pernah, tidak mampu dan tidak akan mampu mencapai hakikat kehidupan maupun membimbing kepada pengenalan Allah. Tak pelak lagi ini memastikan bahwa khalayak akan terus mencampakkan pola ibadat ini – si kafir menolak karena memang dia tidak punya hasrat untuk menyembah Allah, dan para penganut setia menolak karena menyadari bahwa agama bermerek Kristen yang ditawarkan itu, hanya sedikit pertautannya dengan ajaran asli Nabi ‘Isa, dan tidak berpijak kepada cara hidup Nabi ‘Isa dan kaumnya, juga tidak akan membimbingnya mengenal Allah.

Adapun hal yang mempermudah khalayak bercerai dengan pola peribadatan Kristen, adalah karena terjadinya pemilah-milahan di masyarakat barat akibat kebangkitan cara hidup seperti mesin, yang konon disebut “revolusi industri”. Maka hidup tanpa peribadatan lebih disukai daripada menganut pola ibadat yang walaupun dikemas atas nama Nabi ‘Isa, namun nyatanya tidak sesuai dengan pola ibadat asli Nabi ‘Isa – yang sebenarnya sudah punah untuk selamanya.

Yang menarik, karena begitu banyak ajaran dasar Kristen bukan saja merupakan hasil rekayasa manusia, tapi juga terang-terangan bertentangan dengan apa yang telah diajarkan Nabi ‘Isa, dan juga karena begitu banyak upacara Gereja Trinitas1 yang diambil dari sumber-sumber selain dari gaya hidup Nabi ‘Isa dan kaumnya, maka ada beberapa penulis barat yang menyamakan Gereja Trinitas Resmi – beserta aneka perwujudannya – dengan si AntiKristus itu sendiri.

Pandangan itu diperkuat dengan bukti bahwa para jagoan Gereja Trinitas Resmilah – yaitu Katolik Roma dan Protestan – yang pada beberapa abad yang lalu menyulut peperangan dan membasmi semua Kristen Unitarian – seperti kaum Nazarenes, Ebitiones, Donatist, Arians, Adoptionists, Paulicians, Ilumnists, Catharii, dan banyak suku-suku Goth – padahal merekalah yang sebenarnya mengikuti ajaran asli dan jalan hidup Nabi ‘Isa as. Dengan Inkuisisi Jaman Pertengahan dan dilanjutkan dengan Inkuisisi Spanyol, Gereja Trinitas berhasil membasmi semua Kristen Unitarian tersebut, termasuk sebilangan besar kaum Yahudi Unitarian di Eropa. Selanjutnya, Gereja Trinitas Resmi mengalihkan usaha pembasmiannya kepada semua umat Unitarian pengikut Nabi Muhammad, yaitu kaum Muslimin, dan walaupun upaya ini belum sepenuhnya berhasil, proyek ini masih terus digalang hingga kini.

Sejak dahulu hingga kini, tingkat keberhasilan yang dicapai Gereja Trinitas Resmi dalam gerakan pembasmian itu, hanya bisa tercapai karena mereka selalu bersekongkol dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sistem yang telah dan senantiasa bertekad untuk menyesatkan dan memusnahkan pengamalan Islam yang hidup dan dinamis.

Dari temuan ini, dan karena kubu “Sains” dan Kristen Trinitas bergantung pada dan menopang sistem yang sama, maka nyatalah bahwa pertentangan apapun yang nampak antara keduanya hanyalah khayalan belaka dan tentu hanya di permukaan saja. Jelaslah perlu segera dibedakan dengan tegas antara para Kristen Trinitas yang tahu bahwa jalan yang mereka anut bukanlah jalannya Nabi ‘Isa as, dengan mereka yang penuh ketulusan ingin menyembah Tuhan – namun telah disesatkan hingga percaya bahwa merek Kristen yang mereka anut itu sesuai dengan ajaran asli Nabi ‘Isa – dan mereka pun sampai saat ini belum sempat mengenal transaksi kehidupan Islam sejati: yaitu jalan hidup kenabian bagi jaman ini, yang sebenarnya sangat mirip dengan jalan hidup Nabi ‘Isa dan para pengikutnya ra.

Apa yang baru diuraikan tentang para Kristen juga berlaku pada kaum Yahudi. Kini mereka yang mengaku Yahudi, nyata-nyata tidak mengikuti jalan Nabi Musa as, bahkan sejumlah besar Yahudi terang-terangan mengaku bukan berasal dari keturunan Bani Israel – yaitu suku bangsa yang khusus kepada mereka Nabi Musa dan Nabi ‘Isa diutus. Salah satu moyang para Yahudi yang bukan Yahudi itu, adalah kaum Khazar, aslinya mereka adalah bangsa kecil yang tinggal di wilayah yang kini menjadi Turki dan Rusia Selatan pada pertengahan abad kedelapan, pemimpin mereka yang bernama Raja Joseph memeluk agama Yahudi sebagai muslihat politik, agar terhindar dari penjajahan Kristen yang datang dari utara, dan terhindar dari dakwah Islam yang datang dari selatan. Raja Joseph paham betul bahwa muslihatnya itu akan mendatangkan perlin-dungan yang layak dari sesama penyembah Tuhan.

Kini keturunan-keturunan Khazar yang biasa disebut juga sebagai bangsa Ashkenazim, telah tersebar di seluruh dunia, dan mereka diakui keahliannya di bidang seni dan dalam transaksi-transaksi bisnis dan keuangan. Cara hidup mereka bukanlah cara hidup yang diamalkan Nabi Musa as dan para pengikutnya ra. Cara hidup Nabi Musa as telah punah ketika Nabi ‘Isa as diturunkan. Perlu diingat bahwa Nabi ‘Isa diutus untuk menegakkan kembali cara hidup Musa di kalangan bani Israel, dan bukan untuk membuat perubahan walau cuma sehuruf.

Namun nyatanya, para penulis kitab dan para rabi di masa itu – yaitu kependetaan yang menobatkan dirinya sendiri dalam apa yang kemudian menjadi “agama Yahudi” – bahkan tidak bisa mengenali siapa Nabi ‘Isa as, hal ini menunjukkan betapa jauhnya para Yahudi itu tersesat dari ajaran asli Nabi Musa, padahal itu terjadi duapuluh abad yang lalu. Terkadang disebut juga sebagai “suku Israel yang ketiga-belas”, beberapa ahli sejarah mengaitkan para keturunan Khazar ini dengan salah satu dari empat tanda kiamat yang utama, yaitu kemunculan Yajuj wa Majuj, atau Gog dan Magog, karena mereka hakikatnya adalah “Yahudi yang bukan Yahudi”.

Kaitan ini lebih diperkuat dengan pernyataan Raja Joseph pada tahun 960 [1], yang menyatakan bahwa bangsa Khazar adalah keturunan Togarma[2], cucu dari Japheth, putera Nabi Nuh – yang menurut Kitab Kejadian 10:2-3 – paman Togarma itu bernama Magog. Jika ini benar, maka jelaslah keturunan Khazar terkait erat dengan kemunculan Dajjal, karena kebanyakan dari mereka kini memegang tampuk-tampuk kekuasaan penting dalam aneka sistem terkait yang berpadu menjadi sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Ada pula pihak-pihak yang sangat berhasrat untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi pada Kristen dan Yahudi, juga berlaku pada Muslim, dan bahwa banyak yang mengaku sebagai “Muslim” tetapi tidak mengikuti jalannya Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Ini ada benarya, dan ini merupakan sebagian bukti keberhasilan yang dinikmati Kristen dan Yahudi dalam usaha mereka untuk menyesatkan dan membasmi siapa saja yang telah atau sedang mencari jalan hidup Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya ra. Salah satu metoda pemungkas yang digunakan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dalam menghapus cara hidup Islam, adalah dengan menanamkan cara hidup kafir ke negeri-negeri Muslim, sembari disamarkan dengan peristilahan yang “islami”.

Kini hampir semua wilayah-wilayah yang dahulu dihuni oleh Muslim, telah dikuasai dan diperintah berdasarkan asas-asas sistem kafir dan tidak sesuai dengan kandungan Qur’an dan Sunnah. Meskipun Rasulullah saw pernah bersabda bahwa nanti sebagian Muslim akan mengikuti cara hidup para pendahulunya – yaitu Kristen dan Yahudi – secepat kadal kabur ke liangnya, namun beliau juga bersabda bahwa tidak semua umatnya akan tersesat.

Masih banyak Muslim yang mengikuti pola kehidupan Rasulullah saw dan pola kehidupan masyarakat Muslim pertama yang terbentuk di sekeliling beliau, Yang penting adalah, walau terdapat sejumlah Muslim yang menyimpang dari jalan Nabi Muhammad, setidaknya jalan hidup itu masih terpelihara bagi mereka yang ingin mengamalkannya, dan setidaknya masih ada mereka yang mengamalkan jalan hidup itu. Perbedaan yang telak di antara kaum Yahudi, Kristen dengan Muslim adalah: kaum Yahudi tidak lagi mengetahui dan tidak mengamalkan ibadatnya Nabi Musa, kaum Kristen tidak lagi mengetahui dan tidak mengamalkan ibadatnya Nabi ‘Isa, sedangkan Muslim masih mengetahui dan masih mengamalkan ibadatnya Nabi Muhammad saw. Jalan hidup Nabi Musa as dan Nabi ‘Isa as telah punah. Sebagai gantinya, direkayasa dan diproklamasikanlah agama Yahudi dan agama Kristen. Agama-agama buatan ini merupakan senyawa dari sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Sistem Dajjal sangat bertolak-belakang dengan jalan hidup Kenabian; yaitu jalan hidup yang tidak saja diwujudkan oleh Nabi Musa as, Nabi ‘Isa as, dan Nabi Muhammad saw, bahkan diwujudkan pula oleh seluruh Nabi sejak Nabi Adam as hingga ke seratus dua puluh empat ribu Nabi lainnya, semoga Allah memberkati dan menyejahterakan mereka semua. (Habis)


[1] Di dalam Khazars Correspondence yang masyhur, antara beliau dan Hasdai bin Shaprut. seorang Yahudi Sephardhic yang menjabat sebagai menteri luar negeri di masa pemerintahan Khalifah Abdu’r-Rahman III di Andalusia

[2] Togarmah (Hebrew: Togarmah ; Armenian: T‟orgom ; Georgian: T‟argamos) merupakan anak ketiga dari Gomer, dan cucu Yafet (Japheth), saudara Askenaz dan Riphat (Kejadian 10:3). Dia dianggap leluhur bangsa-bangsa Kaukasus Selatan (orang Georgia dan Armenia). (wikipedia; localholic)

Dinukil dari buku “Dajjal the AntiChrist” karangan Syekh Ahmad Thomson

islampos.com