Urusan Cari Duit, Said Agil Jagonya?

(Dari kerjasama dengan kafirin dan aliran sesat sampai sertifikat halal)

Said agil_83456324724

PERTENGKARAN, perselisihan, kegaduhan, yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya disebabkan oleh urusan duit. Bahkan dalam rangka memperoleh duit, kebersamaan diabaikan, ukhuwah disingkirkan. Salah satu abulfulus (?) yang jago dalam urusan cari duit adalah Said Agil Siradj, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).

Dalam rangka golek duit, dan sekaligus menstigma Wahabi, ditambah lagi dengan upaya cari muka kepada pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memerangi terorisme, Said Agil Siradj menjalin kerjasama dengan aliran sesat LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).

LDII adalah nama lain dari Islam Jama’ah, yang sudah dinyatakan sesat oleh aparat berwenang dan majelis ulama. Bahkan, ulama di kalangan NU sendiri sudah menyatakan bahwa LDII itu sesat.

Kerja sama yang dijalin Said Agil Siradj dengan LDII adalah ‘proyek’ deradikalisasi, yang intinya adalah memerangi terorisme, namun tujuan lainnya menstigma Islam melalui stigmatisasi Wahabi –yang menurutnya– sebagai lahan subur paham terorisme.

Kerja sama PBNU-LDII yang sesat itu dikukuhkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada tanggal 14 Oktober 2012. Kenapa Said Agil menjalin kerja sama dengan LDII? Karena, LDII duitnya banyaaaak.

Menurut Umar Abduh sebagaimana dilansir itoday 15 Oktober 2012, “Itu proyek karena LDII duitnya banyak. Dengan kerjasama ini, PBNU mendapatkan duit dari LDII.”

Lebih jauh menurut Umar Abduh, kerjasama deradikalisasi PBNU-LDII justru memunculkan radikalisme baru. “Ini bukan deradikalisasi tetapi memancing gerakan radikal.”

Sebelumnya, sekitar pertengahan Maret 2012, Said Agil juga menjalin kerja sama dengan Republik Federasi Jerman. Saat itu ia menggelar Seminar Internasional bertema ‘Peran Ulama Pesantren dalam Mengatasi Terorisme Global’ yang digelar selama tiga hari di Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai keynote speaker selain Said Agil Siradj sendiri, ada Profesor Doktor (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie (mantan Presiden RI ke-3), juga Norbert Baas (Duta Besar Jerman untuk Indonesia). Sedangkan yang bertindak sebagai pembicara atau narasumber adalah Nasir Abbas (mantan anggota Jamaah Islamiyah), dan Ansyaad Mbai (Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme).

Acara pembukaan seminar internasional tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Kempek, Yayasan Kyai Haji Said Siradj, Kabupaten Cirebon. Sedangkan seminarnya sendiri berlangsung di Hotel Apita Green, Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, hingga Ahad 18 Maret 2012.

Uniknya, seminar internasional itu ternyata ‘hanya’ dihadiri oleh perwakilan PCNU se Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera Selatan. Sama sekali tidak ada perwakilan negara lain, atau dari ormas lain. Semuanya orang NU doangan. Narasumbernya juga hanya dua orang yaitu Nasir Abas dan Ansyaad Mbai. Hasilnya? Sekedar abab saja.

Nah, belakangan Said Agil Siradj dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PBNU ngotot mendirikan Badan Halal Nahdlatul Ulama, yang dikatakan bertujuan melindungi konsumen dari produk-produk yang tidak halal.

Padahal, selama ini fungsi sertifkasi halal, sudah menjadi kewenangan MUI yang di dalamnya terdapat tokoh sejumlah ormas (termasuk NU) dan berbagai kalangan yang mempunyai kompetensi bertaraf internasional di bidang itu. Bahkan standard kehalalan MUI sudah diakui dunia internasional.

Lalu mengapa Said Agil dan wadyabala NU lainnya ngotot mendirikan lembaga serupa? Mereka beralasan, bahwa semua organisasi yang merupakan tempat berhimpunnya para ulama seperti NU, Muhammadiyah, dan ormas lain, memiliki hak untuk mengeluarkan sertifikasi halal, dengan ketentuan harus memenuhi kompetensi yang telah disyaratkan.

Mereka juga beralasan, pemerintah tidak perlu membatasi jumlah lembaga sertifikasi halal, bahkan perlu memberi kesempatan munculnya lembaga sejenis. Sehingga, dengan adanya beberapa lembaga sertifikasi halal justru akan memberikan pilihan kepada umat Islam dalam mengurus label halal atas produk yang dibuat, dipasarkan, dan dikonsumsi.

Begitulah alasan-alasan yang mereka kreasikan untuk menutupi motif utamanya yaitu merebut peluang mendapatkan duit. Kalau motifnya saja sudah sangat kental bernuansa duit, maka kekhawatiran umat bahwa lembaga halal tadi justru menjadi pintu masuk halalisasi produk haram, sangat bisa dimengerti.

Dulu, ketika umat teriak-teriak soal Ajinomoto yang dalam salah satu proses produksinya menggunakan unsur yang dinyatakan haram, tapi oleh tokoh NU, Abdurrahman Wahid, yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI, justru dinyatakan tidak haram.

Pada tanggal 16 Desember 2000, sekitar 10 hari menjelang Idul Fitri, MUI mengeluarkan Fatwa HARAM terhadap produk Ajinomoto yang diproduksi sejak bulan Juni sampai 23 Nopember 2000. Karena menggunakan bahan pendukung bacto soytone yang mengandung enzim babi, yang dalam bahasa ilmiahnya disebut porcine.

MUI sendiri memahami bahwa enzim babi tadi tidak terbawa pada produk akhir PT Ajinomoto. Namun, karena adanya pemanfaatan (intifa’) zat haram dalam proses produksinya, maka produk akhirnya pun tetap haram. Begitu penjelasan syar’i dari MUI.

Namun, Abdurrahman Wahid menyatakan produk tadi HALAL, tanpa argumen ilmiah maupun syar’i. Sikap Abdurrahman Wahid yang meng-HALAL-kan Ajinomoto yang sudah di-HARAM-kan oleh MUI tadi, terlontarkan setelah ia mendapat kunjungan dari salah seorang mentri Jepang, pada tanggal 9 Januari 2000.

Tak heran pendirian Abdurrahman Wahid yang ngotot tadi oleh sebagian orang dianggap karena sang presiden sudah DIHARGAI dan DISEGANI oleh Jepang. Untuk memahami makna “dihargai” dan “disegani” pada tulisan ini, sebaiknya baca tulisan berjudul Tipu Daya LDII di nahimunkar.com edisi 22 Februari 2013.

Said Agil Siradj yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) adalah salah seorang murid Abdurrahman Wahid yang loyal dan mempunyai sikap yang sama, yaitu suka menghalalkan yang haram. Contohnya dalam hal situs porno, Said Aqil Siradj menganggapnya tidak dosa, maka pernah disoroti tajam.[i]

Said Agil juga termasuk sosok yang banyak DIHARGAI dan DISEGANI oleh berbagai kalangan, terutama oleh komunitas aliran dan paham sesat seperti LDII, Syi’ah, Ahmadiyah dan sebagainya, termasuk tentunya kaum kafirin yang anti Islam.

Jadi, ketika wadyabala NU ngotot mendirikan badan sertifikasi halal “tandingan”, masyaraat sudah paham, ini pasti golek duit. Selain itu, masyarakat Islam juga khawatir, jangan-jangan produk yang sudah dinyatakan HARAM oleh MUI kelak dinyatakan HALAL oleh badan sertifikasi halal versi NU ini. Seperti mengulang kasus Ajinomoto tiga belas tahun lalu. Astaghfirullah…

(haji/tede/nahimunkar.com)

Said Aqil Siradj : Cikal Bakal Teroris itu Rajin Shalat Malam, Puasa & Hafal Quran

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA mengungkapkan bahwa cikal bakal pemahaman radikalisme dan terorisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Ia pun menceritakan sosok Dzulkhuwaisir yang begitu sombong menyuruh Rasulullah berbuat adil.

“Nanti dari umatku akan muncul seperti orang ini, hafal Qur’an, dalilnya Qur’an tapi tidak melewati tenggorokannya, artinya tidak paham secara substansif. Mereka itu sejelek-jelek manusia bahkan lebih jelek daripada binatang. Saya tidak termasuk mereka, mereka tidak termasuk kami,” kata Said Aqil Siradj saat menjadi narasumber Dialog Ormas-ormas Islam Dalam Mempertahankan NKRI, di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/5/2013).

…Yang membunuh Sayyidina Ali ini tiap hari puasa, tiap malam tahajjud, hafal Qur’an…

Prediksi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun terjadi, orang-orang yang berpaham Khawarij membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib.

“Prediksi Rasulullah ini terbukti tahun 40 H, Sayyidina Ali keluar dari rumahnya mengimami shalat Shubuh dibunuh, bukan oleh orang Kristen, bukan oleh orang Katholik, bukan orang Hindu, bukan orang non muslim. Yang membunuh Abdurrahman bin Muljam; Qaimul Lail, Shaimun Nahar, Hafizhul Qur’an. Yang membunuh Sayyidina Ali ini tiap hari puasa, tiap malam tahajjud, dan hafal Qur’an,” paparnya.

Alasan pembunuhan Ali bin Abi Thalib kata Said Aqil karena Khawarij menuduhnya telah menggunakan hukum manusia hasil musyawarah Daumatul Jandal atas perselisihan antara pihak Ali dan Muawiyah.

Wal hasil, inilah cikal bakal radikalisme, terorisme dalam Islam. Korbannya bukan siapa-siapa, korbannya adalah awwalu man aslama minal sibyan, remaja pertama yang memeluk Islam,” imbuhnya.

…Apakah khawarij itu karena rajin shalat malam dan lain sebagainya? padahal ada perkara mendasar di sana soal Khawarij…

Menanggapi hal itu, Amir JAT Wilayah Jakarta, ustadz Nanang Ainur Rofiq meluruskan penjelasan Ketua PBNU Said Aqil Siradj tentang Khawarij. Menurutnya ciri Khawarij yang disampaikan Said Aqil Siradj justru tendensius bagi kaum muslimin sendiri.

Said Aqil begitu sering mengulang-ulang ciri Khawarij adalah Qaimul Lail, Shaimun Nahar, Hafizhul Qur’an (sering mendirikan shalat malam, berpuasa di siang hari dan hafal Al-Qur’an) padahal ciri itu sebenarnya gambaran seorang muslim yang taat.

“Apakah khawarij itu karena rajin shalat malam dan lain sebagainya? padahal ada perkara mendasar di sana soal Khawarij,” ujarnya di hadapan ratusan hadirin yang hadir.

…Persoalan Khawarij itu adalah karena mereka mengkafirkan pelaku dzanbun kabair (pelaku dosa besar) ini yang tidak dijelaskan…

Padahal substansi dari kisah Dzilkhuwaisir adalah paham mengkafirkan yang serampangan terhadap Ali bin Abi Thalib yang menjadi khalifah dan menerapkan syariat Islam. Jauh berbeda dengan pemerintah sekarang yang tidak menerapkan hukum Islam.

Kemudian, ciri yang paling mencolok dari paham Khawarij juga mengkafirkan para pelaku dosa besar inilah yang tidak dijelaskan oleh Said Aqil Siradj.

“Persoalan Khawarij itu adalah karena mereka mengkafirkan pelaku dzanbun kabair (pelaku dosa besar) ini yang tidak dijelaskan. Padahal semua ulama itu paham apa itu dzanbun mukaffirah, dzanbun kabair, dzanbun ma’ashi,” jelasnya.

Pemahaman itulah yang bertentangan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah. “Ahlus sunnah melarang mengkafirkan orang yang melakukan dzanbun kaba’ir,” tandasnya. [Ahmed Widad]

voaislam.com 12052013

Inilah Fakta Sejarah, Kenapa Gus Dur Digulingkan Umat Islam Indonesia?

Begitu marahnya para pendukung mendiang Gus Dur di berbagai daerah ketika Tokoh Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menuding lengsernya Gus Dur akibat kasus korupsi Bruneigate dan Buloggate. Lalu apa sesungguhnya yang menyebabkan lengsernya Gus Dur dari tampuk kekuasaan?

Greg Barton pernah mengatakan Gus Dur adalah  salah seorang pemikir Islam liberal di Indonesia, meskipun ia tidak pernah secara formal mengenyam pendidikan tinggi sekuler, seperti Nurcholish Madjid, dkk. Bahkan Fachri Ali berpendapat bahwa dalam batas-batas tertentu, Gus Dur adalah agamawan dan pemikir yang paling liberal di Indonesia, dan belum tertandingi oleh Nurcholish Madjid.

Betapa buruknya hubungan Gus Dur dengan kaum muslimin. Dalam banyak hal, pemikiran dan statemen Gus Dur kerap menyakiti dan merugikan umat Islam Indonesia. Inilah fakta sejarah yang akan selalu segar dalam ingatan umat Islam Indonesia atas dosa-dosa Gus Dur selama hidupnya :

  1. Mengatakan al-Qur’an sebagai kitab paling porno di dunia
  2. Memperjuangkan pluralisme
  3. Mengakui semua agama benar
  4. Menjalin kerjasama dengan Israel
  5. Mendukung gerakan kristenisasi
  6. Membela Ahmadiyah
  7. Ingin mengganti ucapan assalamu alaikum dengan selamat pagi.
  8. Tidak bersimpati terhadap korban Muslim pada konflik Ambon.
  9. Di dalam RUU Sisdiknas, Gusdur lebih membela aspirasi kaum kafirin untuk mentiadakan / mencabut pasal memasukkan pelajaran agama di sekolah-sekolah, dan justru menentang aspirasi kaum Muslim agar pasal pelajaran agama di sekolah-sekolah dimasukkan di dalam UU Sisdiknas. Di dalam hal ini, kaum Kristen menuntut supaya pasal pendidikan agama dicabut dari system Sisdiknas, karena dengan demikian supaya kaum Kristen semakin mudah mengkafirkan generasi Muslim di Indonesia.
  10. Menginginkan Indonesia menjadi sekuler.
  11. Di dalam RUU Pornografi, kembali Gusdur lebih membela aspirasi kaum kafirin agar DPR tidak mensahkan RUU Anti Pornografi menjadi undang-undang, dan justru menentang aspirasi kaum Muslim supaya Indonesia / DPR mensahkan UU Anti Pornografi demi menjaga moral bangsa. Pada moment inilah gusdur menyatakan bahwa Alquran adalah kitab paling porno se-Dunia!
  12. Gusdur ikut bersama kaum kafirin merangsek untuk menuntut Pemerintah mencabut pasal penodaan agama. Padahal pasal itu amat sentral demi terjaminnya kerukunan umat beragama. Yang dibidik Gusdur adalah kaum Muslim, supaya kaum Muslim tidak berkutik ketika agamanya dihina.
  13. Gusdur ikut bersama kaum kafirin merangsek untuk menuntut Pemerintah mencabut pasal pendirian rumah ibadah melalui Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Padahal pasal itu amat sentral demi terjaminnya kerukunan umat beragama. Yang dibidik Gusdur adalah kaum Muslim, supaya kaum Muslim tidak berkutik ketika kaum kafirin membangun Gereja di mana-mana.
  14. Gus Dur penah Dibaptis.
  15. Menyerukan supaya MUI (Majelis Ulama Indonesia) dibubarkan.
  16. Merestui dan membela Inul dengan goyang ngebornya, padahal semua Ulama sudah mengutuknya.

Ada yang ingin menambahkan dosa-dosa apa yang dilakukan Gus Dur terhadap umat Islam? Biarlah Gus Dur “beristirahat” dengan tenang di alam barzah dengan menanggung dosa-dosanya.  Tinta sejarah tak bisa terhapuskan begitu saja. Semakin banyak kita bicara soal mendiang Gus Dur, maka sama saja membuka aibnya sendiri di hadapan rakyat Indonesia, khususnya umat Islam.

voaislam 291112

Gus Dur Dihina Marah, Dulu Gus Dur Hina Al-Qur’an Kenapa Tidak Marah?

Dalam dialog Kenegaraan DPD bertema ‘Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?’ pada 21 November 2012 lalu, Sutan Bhatoegana tersulut emosinya, ketika Adhie Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas menjadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.

Mendengar itu, Sutan melontarkan pernyataan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate.

Pernyataan Sutan itu langsung mendapat kecaman dari elemen Nahdlatul Ulama di berbagai daerah. Bahkan berbagai aksi demonstrasi pun digelar untuk mengutuk Sutan Bhatoegana yang telah dianggap menghina Gus Dur.

Tak ketinggalan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyatakan akan melaporkan Sutan Bhatoegana ke Mabes Polri. Jika dalam waktu 1×24 jam sejak hari ini, Rabu (28/11), dia tidak menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Abdurrahman Wahid, Ansor dan warga Nahdatul Ulama (NU).

“Kami akan tunggu, jika dia (Sutan) tidak menyampaikan permintaan maaf, segera besok kami laporkan ke Mabes Polri atas dugaan fitnah terhadap Gus Dur,” kata Ketua GP Ansor Jawa Timur, Alfa Isnaeni, di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2012).

Anehnya sikap GP Ansor yang membela Gus Dur itu tak terlihat saat umat Islam di berbagai daerah melakukan protes atas penghinaan Nabi Muhammad dalam film Innocence of Muslim.

Bahkan ormas yang kerap menjaga gereja dan pasang badan melindungi Ahmadiyah ini juga tak bersuara ketika mendiang Gus Dur dahulu pernah menghina Al-Qur’an sebagai kitab paling porno.

Sekedar mengingatkan, peristiwa pelecehan itu bermula ketika dalam sebuah wawancara yang dirilis dalam situs Islam Liberal, dengan beraninya Gus Dur menghina Al-Qur‘an sebagai kitab suci terporno di dunia. “Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Qur’an, ha-ha-ha…” katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Melihat fenomena tersebut, ustadz Fauzan Al-Anshari menyatakan bahwa sikap itu merupakan bentuk ashobiyah.

“Itulah tanda ashobiyah (fanatisme golongan) bagi siapa saja yang hanya marah karena golongannya dihina,” kata aktivis Masyarakat Peduli Syariah (MPS) itu kepada voa-islam.com, Rabu (28/11/2012).

Ia menambahkan, boleh saja marah jika yang dihina adalah orang yang mulia. “Kalau memang orang yang dihina itu mulia pantas untuk marah, tetapi kalau yang dihina itu memang hina ya tidak perlu marah, kalau marah maka dia jahiliyah (bodoh),” imbuhnya.

Dengan bijak ustadz Fauzan pun menyampaikan nasehatnya bahwa seorang muslim harusnya marah karena Allah dan cinta karena Allah, hal itu dibuktikan ketika ayat-ayat Allah dilecehkan.

“Seharusnya seorang Muslim marah karena Allah dan cinta karena Allah dibuktikan dengan marah jika ayat-ayat Allah atau sunahnya dilecehkan orang. Nabi sendiri tidak marah dikatakan majnun (gila) tukang sihir, penyair dan lain-lain oleh kafir Quraisy tapi Nabi marah jika ayat-ayatNya diledek,” terangnya.

Terakhir ia mengingatkan bahwa dengan nama Ansor seharusnya menjadi penolong agama Allah bukan penolong Gus Dur.

“Kalau namanya Anshor itu maknanya penolong agama Allah seperti terdapat dalam Surat Ash-Shaff ayat 14:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآَمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آَمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kami lah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Jadi Ansor itu bukan penolong Gus Dur atau tokoh manapun, jika bersalah harus dihukum karena manusia tidak ada yang ma’shum,” jelasnya. [Ahmed Widad]

voaislam 291112