Apa Itu Qunut Nazilah?

SAAT ini umat Islam tengah berada dalam tekanan luar biasa. Di Mesir, ratusan bahkan ribuan orang dikabarkan menjadi korban pembantaian militer negeri itu sendiri. Sementara Suriah, sudah sejak dua tahun belakangan ini juga tak kalah mengerikannya. Menurut data, sekitar 60.000 orang lebih Muslim Suriah menjadi korban tentara Bashar al-Assad. Muslim Palestina, Iraq, Afghanistan pun tak kurang teraniayanya. Karenanya, sebagian ulama mengajurkan agar kaum Muslimin melakukan qunut nazilah.

Qunut Nazilah adalah pembacaan doa yang dilakukan umat Islam untuk menolak kezhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta musibah. Doa Qunut diucapkan pada saat shalat fardhu, yaitu ketika i’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir.

Dan Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya bagaimana melakukan Qunut Nazilah. Ketika sahabat Nabi SAW yang diutus untuk mengajarkan Islam dan Al-Qur’an dikhianati dan dibantai oleh kaum kafir pada peristiwa yang dikenal sebagai Ba’tsul Raji’ (10 sahabat) dan Bi’ru Ma’unah (70 sahabat). Rasulullah SAW melakukan Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib sebagaimana disebutkan dalam hadits  “Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku’ mendoakan untuk kebinasaan beberapa perkampungan dari bangsa Arab,” (Mutafaqun alaihi)

Rasulullah SAW melakukan qunut (Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh, tatkala berkata sami’allahu liman hamidah pada rakaat terakhir. Mendoakan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri’l, Dzikwan dan ‘Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Doa Qunut Nazilah tetap dibaca jahar baik pada shalat jahriyah maupun sirriyah. Dan bagi imam dibolehkan membaca doa dengan teks. Contoh Doa Qunut:

اللَّهُمَّ اهْدِنا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وعَافِنا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلّنا فِيمَن تَوَلَّيْتَ، وبَارِكْ لِنا فِيما أَعْطَيْتَ، وَقِنا برحمتك شَرَّ ما قَضَيْتَ، فإنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ولا يعز من عاديت تَبَارَكْتَ رَبَّنا وَتَعالَيْتَ

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ.

اللهمَّ انْصُرْ إخوانَنَا الْمُسْتَضْعَفِين في فِلِسْطِين اللّهُمَّ انْصُرْ إخْوانَنَا الْمُجاهِدِين في فلسطين اللهم انصرهم نصراً مؤَزَّرَاً اللهم وَحِّدْ كَلِمَتَهُم وسَدِّدْ رَمْيَهُم وَأَنْزِلْ فِي قُلُوْبِهِم السَكِينةَ اللهم كن لهم وليّاً ونصيراً، اللهم أنهم مَظْلُومُون فَانْتَصِرْ لَهُمْ، إِنَّهُمْ فُقَرَاءُ فَأَغْنِهِمْ.اللّهُمَّ ارْحَمْ مَوْتَاهُمْ وَاشْفِ جُرْحَاهُمْ. وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ، اللهمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزُ.

اللَّهُمَّ مُنَزِّلَ الْكِتَابِ، مُجْرِيَ السَّحَابِ، سَرِيعَ الْحِسَابِ، هَازِمَ الأَحْزَابِ اهْزِمْ اليهودَ الْمُعْتَدِينْ وَالصَّهَايِنَةَ الإسْرَائِلِيِّينَ الغَاصِبِيْنَ وَزَلْزِلْهُمْ وعَذِّبْهُمْ عَذَاباً شَدِيْداً. اللهمَّ إنَّهُمْ قَدْ بَغَوْا وَسعَوا فِي الأرْضِِ فَسَاداً. اللهمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَأنْزِلْ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ. وَاجْعَلْ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُم شَدِيْدًا، وَيَامُنْتَقِمُ مِنَ الْمُجْرِمِينَ اِنْتَقِمْ مِنْهُمْ وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَيُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينْ

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَ وَالْبَلاَءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah berilah keteguhan pada kami bersama orang yang mendapat hidayah, berikanlah pada kami afiyah (kesehatan dan keselamatan) bersama orang yang engkau beri afiyah,, jadikanlah pada kami pelindung bersama orang yang Engkau lindungi, berikanlah kepada kami keberkahan dari apa yang Engkau berikan kepada kami, selamatkanlah kami dari keburukan yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan bukan yang diputuskan, sesungguhnya Engkau tidak menghinakan orang yang berlindung pada-Mu, Maha Suci Engkau dan Maha Agung”.

Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar pada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman pada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya pada-Mu lah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan azab-Mu. Sesungguhnya azab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

Ya Allah tolonglah saudara kami yang terzhalimi di Palestina, Ya Allah tolonglah saudara kami mujahidin di Palestina Ya Allah tolonglah mereka dengan pertolongan yang kuat, satukanlah kalimat mereka, tepatkanlah tembakan mereka, turunkanlah kepada mereka sakinah, jadilah Engkau penolong dan pelindung mereka, Ya Allah mereka terzhalimi maka belalah mereka, mereka faqir berilah mereka kecukupan , rahmatilah orang yang meninggal di antara mereka, sembuhkanlah yang luka di antara mereka, terimalah yang mati syahid di antara mereka, ya Allah dukunglah mereka dengan dukunganMu, jagalah mereka dengan penjagaanMu, Wahai Dzat Yang Maha Kuat Maha Perkasa.

Ya Allah Dzat yang menurunkan kitab, menjalankan awan, Yang Maha Cepat perhitungannya, Yang mengalahkan pasukan sekutu, kalahkan Yahudi dan goncangkanlah mereka dengan goncangan yang dahsyat. Ya Allah mereka telah kurang ajar dan berbuat kerusakan di bumi, ya Allah berantakanlah kumpulan mereka cerai beraikan mereka, lemparkan di hati mereka rasa takut. Ya Allah jadikanlah perselisihan yang sengit antar mereka, wahai Dzat Yang Maha membalas, balaslah kaum durjana, dan turunkan atas mereka siksa-Mu yang tidak bisa dielakkan oleh kaum yang zhalim.”

islampos.com

Iklan

Pemerhati Gerakan Jihad: Konflik di Suriah, Perang Islam vs Syi’ah

Pemerhati gerakan jihad internasional, Ustadz Dr H Amir Mahmud menjelaskan bahwa, konflik yang terjadi di Suriah sekarang ini merupakan peperangan aqidah antara agama Islam dan agama Syi’ah.

Komunitas Islam yang diwakili para mujahidin lokal dan rakyat Suriah yang mayoritas beragama Islam, melawan komunitas Syi’ah yang minoritas namun berkuasa, yang diwakili rezim Syi’ah Nushoriyyah pimpinan Bashar Al-Assad.

“Ya menurut saya sekarang ini bahwa di sana itu perlawanan kaum muslimin terhadap rezim Syi’ah yang berkuasa. Nah, kan sekarang sudah jelas, rezim yang berkuasa di Suriah itu Syi’ah Nushoiriyyah. Nushoiriyyah itu lebih Kafir dari Yahudi dan Nashrani,” kata Ustadz Amir kepada voa-islam.com pada Senin (8/7/2013).

Peperangan yang terjadi di Suriah, kata Ustadz Amir, tidak hanya pertarungan sesama penduduk Suriah. Namun sekarang ini, banyak kaum muslimin dan mujahidin dari berbagai negara, baik dari benua Asia, Eropa, Amerika dan Afrika yang datang untuk membantu umat Islam di Suriah.

…Ya menurut saya sekarang ini bahwa di sana itu perlawanan kaum muslimin terhadap rezim Syi’ah yang berkuasa. Nah, kan sekarang sudah jelas, rezim yang berkuasa di Suriah itu Syi’ah Nushoiriyyah. Nushoiriyyah itu lebih Kafir dari Yahudi dan Nashrani…

Sama halnya dengan para mujahidin yang datang ke Suriah untuk membantu saudara sesama muslim mereka yang dibantai rezim Syi’ah Nushoiriyyah, kaum Syi’ah juga banyak yang berdatangan dari luar Suriah untuk membantu Bashar Assad.

Yang paling nampak yakni milisi Syi’ah dari Iran, Iraq, Turki, dan Syi’ah Hizbullah dari Libanon. Bahkan secara terang-terangan, negara-negara komunis yang selama ini terkenal punya hubungan baik dengan Syi’ah seperti Rusia dan China juga mengirmkan bantuannya.

“Sekarang ini yang terjadi di Suriah itukan sudah banyak gerakan-gerakan Syi’ah yang masuk ke dalam beberapa komunitas di sana (di Suriah -red). Sehingga di sini (di dalam konflik di Suriah -red) yang terjadi adalah ini sudah masuk persoalan-persoalan yang berkenaan dengan penyerangan-penyerangan,” ungkapnya.

…Sekarang ini yang terjadi di Suriah itukan sudah banyak gerakan-gerakan Syi’ah yang masuk ke dalam beberapa komunitas di sana (di Suriah -red)…

Untuk itu, alumni akademi militer Afghanistan ini mengingatkan kaum muslimin di Indonesia dan dunia internasional agar jeli melihat konflik yang terjadi di Suriah. Karena persoalan di Suriah bukan semata-mata konflik sosial antar warga, namun sudah masuk ranah perang aqidah.

Selain itu, Ustadz Amir juga menyatakan, seorang muslim harus jeli pula melihat alasan yang melatarbelakangi kaum muslimin di Suriah melawan rezim Syi’ah hingga terjadi pemberontakan besar-besaran. Hal itu karena umat Islam di sana sudah mengalami penindasan yang luar biasa.

“Maka oleh karena itu, ketika penyerangan ini sudah masuk kepada pemberontakan, sudah merusak dan sebagainya, maka sebagai seorang muslim itu harus betul-betul mampu menilai. Dalam arti kata, siapakah sebenarnya dibalik ini semua? Dibalik kerusuhan, dibalik pengrusakan daripada negara Suriah itu sendiri,” tegasnya. [Khalid Khalifah]

HTI: Akidah Syiah Bashar Al Assad Murtad dari Islam

Jum’at, 23 November 2012

Hidayatullah.com–Ajaran Syiah Nushairiyah yang dianut oleh Bashar Al Assad dinilai sudah sesat dan berada di luar Islam. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Hafidz Abdurahman. Menurut Hafidz, ajaran Syiah Nushairiyah  mengajarkan untuk menuhankan Sahabat Ali Bin Abu Thalib.

“Akidah Syiah dari Bashar Al Assad ini juga menghalalkan perzinahan,” jelasnya dalam kegiatan “Halaqoh Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia” di Wisma Antara Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Hafidz juga menilai, permasalahan pembebasan Masjid Al Aqsa tidak bisa dipisahkan dari perjuangan Mujahidin Suriah. Agresi Militer Zionis-Israel ke Jalur Gaza tidak lebih untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari konflik Suriah.

“Israel takut, jika Bashar jatuh dan Suriah dikuasai Ahlus Sunnah,” jelasnya lagi.

Ketakutan Israel itu sendiri didasari oleh ancaman bersatunya tiga negara Islam timur tengah. Mereka itu adalah Turki, Mesir hingga pemerintahan Hamas di Jalur Gaza.

“Terlebih teriak-teriakan penegakan khilafah terus bergema di kalangan Mujahidin Suriah, ini ancaman serius bagi Israel,” ujar Hafidz berapi-api.

Hafidz meluruskan kesalahpahaman umat mengenai penegakan khilafah. Menurutnya, banyak yang salah paham dengan kalimat HTI mengenai solusi Jalur Gaza adalah dengan khilafah.

Baginya, penegakan khilafah dengan pengiriman bantuan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan. Ia mengklarifikasi jika HTI menolak mengirimkan bantuan dan menolak gagasan jihad di Jalur Gaza maupun Suriah sebelum khilafah tegak.

“Keduanya sama-sama penting. Membangkitkan persatuan umat dengan khilafah sambil tetap mengirimkan bantuan kemanusiaan dan mujahidin ke Jalur gaza dan Suriah,” tegasnya lagi.*